Haba Nanggroe

HABA NANGGROE
Memuat...

Iklan

terkini

PT PEMA Raih Serambi Awards 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Baru Aceh

Fitriadi
9/01/26, 10:15 WIB Last Updated 2026-09-01T03:15:32Z
PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menerima Serambi Awards 2026 kategori “Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh” di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu malam (29/8/2026), atas perannya mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Faisal Ilyas menerima Serambi Awards 2026 kategori Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh/foto/ist

BANDA ACEH - Penghargaan bertema “Gebrakan Sang Pemimpin” tersebut diterima langsung Direktur Utama PT PEMA, Faisal Ilyas. Bagi perusahaan, apresiasi itu menjadi dorongan untuk memperkuat kinerja sekaligus meningkatkan manfaat bagi perekonomian Aceh.

Faisal mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi bagi seluruh insan PEMA yang telah bekerja dan berkontribusi terhadap perusahaan. Namun, ia menilai penghargaan bukan tujuan akhir.

“Penghargaan ini tentu menjadi apresiasi bagi seluruh insan PEMA yang selama ini bekerja dan berkontribusi untuk perusahaan. Namun bagi kami, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir. Justru menjadi pengingat agar PEMA terus berbenah, meningkatkan tata kelola, memperkuat bisnis, dan memastikan setiap langkah perusahaan benar-benar memberikan manfaat bagi Aceh,” ujar Faisal.

Sebagai perusahaan milik daerah, PT PEMA diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga dituntut menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan potensi daerah, pengembangan usaha, investasi, serta kontribusi terhadap pendapatan daerah dan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, optimalisasi anak perusahaan, serta pemanfaatan aset strategis seperti Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

PT PEMA juga mempertahankan penerapan standar pengelolaan perusahaan, termasuk sertifikasi ISO 9001. Dari sisi kontribusi daerah, perusahaan mencatat penyetoran dividen sekitar Rp28,76 miliar kepada Pemerintah Aceh pada Tahun Buku 2025.

Faisal menyebut transformasi bisnis akan terus dilanjutkan melalui sektor yang dinilai memiliki potensi ekonomi bagi Aceh. Di bidang energi, perusahaan mengoptimalkan nilai jual gas serta melihat peluang investasi hulu migas dan blok potensial, termasuk Blok Andaman.

Pada sektor hilirisasi, PT PEMA mengembangkan pemasaran sulfur untuk membuka akses pasar internasional. Perusahaan juga mulai membangun ekosistem ekspor komoditas Aceh, termasuk melalui inisiasi ekspor kopi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan produk dan pelaku usaha lokal dengan pasar global. Sementara pada sektor perikanan, pengelolaan Integrated Cold Storage Lampulo diarahkan untuk memperkuat rantai pasok hasil laut, menjaga mutu produk, serta meningkatkan nilai jual komoditas perikanan.

Pengembangan kawasan industri menjadi bagian lain dari agenda bisnis PT PEMA. Melalui KIA Ladong, perusahaan mendukung pembangunan fasilitas produksi garam industri dan pengembangan pabrik baja ringan.

Pabrik baja ringan yang dikembangkan bersama tenant di kawasan tersebut dirancang berkapasitas hingga 2.000 ton per bulan. Pengembangan itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan material konstruksi dari luar Aceh sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memperkuat manufaktur daerah.

PT PEMA juga mulai mengembangkan peluang usaha telekomunikasi melalui kolaborasi pembangunan jaringan fiber optik, BTS, layanan internet, serta jasa instalasi dan pemeliharaan jaringan.

Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan portofolio bisnis dengan perkembangan ekonomi digital. Faisal menilai transformasi ekonomi Aceh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“PEMA tidak dapat berjalan sendiri. Transformasi ekonomi Aceh membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Aceh, dunia usaha, investor, akademisi, pelaku UMKM, dan masyarakat. Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya untuk membangun kemitraan yang sehat dan produktif,” kata Faisal.

Ia menyampaikan pertumbuhan perusahaan harus tetap disertai penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesionalisme, transparansi, dan keberlanjutan usaha.

“Harapan kami sederhana, PEMA semakin sehat sebagai perusahaan, semakin profesional dalam pengelolaan bisnis, dan semakin besar manfaatnya bagi Aceh. Predikat ‘Penggerak Lokomotif Baru Ekonomi Aceh’ ini menjadi motivasi bagi kami untuk membuktikannya melalui kerja dan hasil yang nyata,” tutup Faisal.

Serambi Awards 2026 memberikan penghargaan kepada 75 penerima dari berbagai lembaga, instansi, dan perorangan dalam sejumlah kategori.

Bagi PT PEMA, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam memperluas investasi, mengembangkan sektor produktif, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Aceh.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT PEMA Raih Serambi Awards 2026 sebagai Penggerak Ekonomi Baru Aceh

Terkini

Iklan Advertica