Haba Nanggroe

HABA NANGGROE
Memuat...

Iklan

terkini

Pameran Etnografi di Museum Susoh Jadi Ruang Belajar Sejarah Barsela

Fitriadi
8/24/26, 11:15 WIB Last Updated 2026-08-24T04:15:28Z
Ratusan pelajar, akademisi, peneliti, pegiat budaya, dan masyarakat umum mengunjungi Pameran Etnografi dan Arkeologi di Museum Susoh, Aceh Barat Daya, selama tiga hari hingga Senin (24/08/2026).

Pengunjung melihat koleksi sejarah dan budaya dalam Pameran Etnografi dan Arkeologi di Museum Susoh, Abdya/foto/ist

SUSOH - Pameran tersebut menjadi bagian dari Piasan Budaya Barat Selatan Aceh yang diselenggarakan Aceh Culture and Education atau ACTION sejak 21 Agustus 2026. Kegiatan itu menghadirkan koleksi sejarah dan warisan budaya dari kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela).

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan. Mereka antara lain siswa SD dan SMP, santri, mahasiswa, dosen, peneliti, pegiat budaya, serta masyarakat umum.

Sejumlah pengunjung juga berasal dari luar Abdya. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, dan utusan Museum Pidie Jaya tercatat melihat langsung koleksi yang dipamerkan.

Koleksi Pameran Etnografi dan Arkeologi mencakup benda-benda etnografi, arkeologi, filologi, numismatik, dan wastra. Beragam benda tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat sekaligus perjalanan sejarah kawasan Barsela Aceh.

Bagi pelajar, keberadaan koleksi itu memberikan pengalaman berbeda dalam mengenal sejarah. Benda yang sebelumnya lebih banyak diketahui melalui buku pelajaran dan cerita masyarakat dapat dilihat secara langsung di ruang pamer Museum Susoh.

Selain koleksi sejarah, panitia menghadirkan Pameran UMKM Desa Budaya. Produk dan kerajinan masyarakat dari Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, serta Desa Seunelop, Kecamatan Manggeng, Abdya, turut diperkenalkan kepada pengunjung.

Senin (24/08/2026) menjadi hari terakhir kedua pameran tersebut. Masyarakat masih dapat mendatangi Museum Susoh untuk melihat koleksi sejarah, produk, dan kerajinan yang ditampilkan dalam rangkaian Piasan Budaya.

Namun, rangkaian kegiatan budaya belum seluruhnya berakhir. Piasan Budaya Barat Selatan Aceh dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (25/08/2026), dengan agenda Adat Khanduri Maulid Nabi Muhammad SAW dan Anugerah Kebudayaan sebagai penutup.

Khanduri Maulid akan menghadirkan sejumlah tradisi masyarakat Aceh. Agenda itu meliputi Dalail Khairat, Idang Meulapeh, Idang Hias, kajian keagamaan, serta makan bersama.

Ketua Panitia Piasan Budaya Barat Selatan Aceh, Rozal Nawafil, mengatakan pameran tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal sejarah dan warisan budaya daerah.

“Pameran ini menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal kembali sejarah dan warisan budaya daerah,” kata Rozal.

Menurut Rozal, pengetahuan yang diperoleh selama pameran diharapkan tetap berlanjut setelah kegiatan selesai. Pengenalan budaya dinilai penting agar warisan pengetahuan tidak terputus antar-generasi.

“Warisan budaya perlu terus dikenalkan agar nilai dan pengetahuan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya tetap hidup di tengah masyarakat,” kata Rozal.

Pameran di Museum Susoh mempertemukan pendidikan sejarah dengan pengalaman melihat langsung benda peninggalan budaya. Kehadiran pelajar hingga akademisi juga menunjukkan ruang pamer dapat menjadi tempat belajar bagi berbagai kelompok masyarakat.

Rangkaian Piasan Budaya selanjutnya ditutup melalui kegiatan adat dan penghargaan kebudayaan pada Selasa (25/08/2026). Agenda tersebut melengkapi kegiatan yang sejak awal memperkenalkan sejarah, tradisi, serta produk budaya masyarakat kawasan Barat Selatan Aceh.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pameran Etnografi di Museum Susoh Jadi Ruang Belajar Sejarah Barsela

Terkini

Iklan Advertica