Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipemabdya) memberikan Rapor Hijau kepada Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian kinerja selama satu tahun memimpin daerah tersebut. Penyerahan dilakukan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Gunongan Kupi, Rabu malam (21/7/2026).
BLANGPIDIE - Pemberian Rapor Hijau itu menjadi sorotan karena berasal dari hasil evaluasi organisasi mahasiswa terhadap pelaksanaan visi, misi, dan program pembangunan pemerintah daerah. Penilaian tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Safaruddin yang hadir bersama jajaran pemerintah kabupaten dalam forum diskusi tersebut.
Hipemabdya Nilai Kinerja Satu Tahun Pemerintahan
Ketua Hipemabdya, Syahrol Ramadhan, menyerahkan langsung Rapor Hijau kepada Bupati Safaruddin. Penilaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kajian organisasi mahasiswa terhadap implementasi program pembangunan selama satu tahun terakhir.
Menurut Syahrol pada Rabu (22/7/2026), evaluasi tidak dilakukan berdasarkan penilaian subjektif. Hipemabdya mengkaji dokumen perencanaan pembangunan daerah, matriks visi dan misi pemerintah, serta capaian berbagai program yang telah direalisasikan.
Ia mengatakan, kajian tersebut bertujuan melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Penilaian Berdasarkan Dokumen dan Capaian Program
Syahrol menjelaskan, organisasi mahasiswa menelusuri satu per satu indikator yang tertuang dalam dokumen pembangunan daerah. Selain melihat tingkat realisasi program, Hipemabdya juga memperhatikan dampak yang muncul terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Rapor Hijau ini adalah pengakuan atas kerja keras normatif yang berorientasi pada hasil nyata. Kami menelisik satu per satu matriks dalam dokumen visi-misi pembangunan daerah, dan angka penyerapan program serta dampaknya terhadap kesejahteraan sosial," jelas Syahrol.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Hipemabdya menilai grafik pembangunan menunjukkan tren yang positif. Menurut Syahrol, pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli mampu membuktikan bahwa berbagai program yang dijanjikan mulai diwujudkan melalui pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Ia menyebut, politik pembangunan tidak berhenti pada janji kampanye, tetapi mulai terlihat melalui implementasi berbagai program yang dinilai memberi manfaat bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Sejumlah Indikator Dinilai Mengalami Perkembangan
Dalam evaluasi tersebut, Hipemabdya mencatat beberapa indikator pembangunan yang dinilai menunjukkan perkembangan positif. Di antaranya pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, hingga komitmen membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurut Syahrol, berbagai indikator itu menjadi dasar organisasi mahasiswa memberikan Rapor Hijau kepada Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli.
"Atas dasar itu, Hipelmabdya menilai kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wabup Zaman Akli layak memperoleh rapor hijau," ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi, Hipemabdya menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak mengubah posisi organisasi sebagai kelompok yang tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Syahrol menegaskan mahasiswa akan terus menjadi mitra kritis pemerintah daerah dengan menyampaikan kritik, saran, serta masukan yang konstruktif demi mendorong kemajuan Kabupaten Aceh Barat Daya.
Menurutnya, kontrol dari kalangan mahasiswa tetap diperlukan agar proses pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Bupati: Apresiasi Menjadi Motivasi
Menanggapi penilaian tersebut, Bupati Abdya Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada Hipemabdya atas evaluasi yang telah dilakukan. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Safaruddin mengatakan pemerintah membutuhkan berbagai masukan dari mahasiswa sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Alhamdulillah jika demikian. Saya selaku pemerintah terus berharap pemikiran-pemikiran kritis dari mahasiswa Abdya," ucap Safaruddin.
Menurutnya, kritik, saran, maupun gagasan yang bersifat membangun sangat penting agar pembangunan daerah dapat terus diperbaiki dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Buka Ruang Dialog
Safaruddin menegaskan pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Dialog dan kolaborasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang partisipatif.
Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan mahasiswa tidak hanya sebatas forum diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama yang mampu melahirkan gagasan baru untuk pembangunan daerah.
"Kita pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat," pungkas Safaruddin.
Pemberian Rapor Hijau dari Hipemabdya menjadi salah satu bentuk evaluasi independen dari organisasi mahasiswa terhadap perjalanan satu tahun pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli. Penilaian tersebut, sebagaimana disampaikan Hipemabdya, didasarkan pada kajian terhadap dokumen pembangunan dan capaian program yang telah berjalan. Hingga kegiatan berlangsung, belum ada konfirmasi resmi mengenai tindak lanjut khusus dari hasil evaluasi tersebut selain penyampaian apresiasi dan komitmen pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa.
![]() |
| Hipemabdya menyerahkan Rapor Hijau kepada Bupati Safaruddin dalam forum diskusi pembangunan daerah/foto/ist |
BLANGPIDIE - Pemberian Rapor Hijau itu menjadi sorotan karena berasal dari hasil evaluasi organisasi mahasiswa terhadap pelaksanaan visi, misi, dan program pembangunan pemerintah daerah. Penilaian tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Safaruddin yang hadir bersama jajaran pemerintah kabupaten dalam forum diskusi tersebut.
Hipemabdya Nilai Kinerja Satu Tahun Pemerintahan
Ketua Hipemabdya, Syahrol Ramadhan, menyerahkan langsung Rapor Hijau kepada Bupati Safaruddin. Penilaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kajian organisasi mahasiswa terhadap implementasi program pembangunan selama satu tahun terakhir.
Menurut Syahrol pada Rabu (22/7/2026), evaluasi tidak dilakukan berdasarkan penilaian subjektif. Hipemabdya mengkaji dokumen perencanaan pembangunan daerah, matriks visi dan misi pemerintah, serta capaian berbagai program yang telah direalisasikan.
Ia mengatakan, kajian tersebut bertujuan melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Penilaian Berdasarkan Dokumen dan Capaian Program
Syahrol menjelaskan, organisasi mahasiswa menelusuri satu per satu indikator yang tertuang dalam dokumen pembangunan daerah. Selain melihat tingkat realisasi program, Hipemabdya juga memperhatikan dampak yang muncul terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Rapor Hijau ini adalah pengakuan atas kerja keras normatif yang berorientasi pada hasil nyata. Kami menelisik satu per satu matriks dalam dokumen visi-misi pembangunan daerah, dan angka penyerapan program serta dampaknya terhadap kesejahteraan sosial," jelas Syahrol.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Hipemabdya menilai grafik pembangunan menunjukkan tren yang positif. Menurut Syahrol, pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli mampu membuktikan bahwa berbagai program yang dijanjikan mulai diwujudkan melalui pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Ia menyebut, politik pembangunan tidak berhenti pada janji kampanye, tetapi mulai terlihat melalui implementasi berbagai program yang dinilai memberi manfaat bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Sejumlah Indikator Dinilai Mengalami Perkembangan
Dalam evaluasi tersebut, Hipemabdya mencatat beberapa indikator pembangunan yang dinilai menunjukkan perkembangan positif. Di antaranya pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, hingga komitmen membangun fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurut Syahrol, berbagai indikator itu menjadi dasar organisasi mahasiswa memberikan Rapor Hijau kepada Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli.
"Atas dasar itu, Hipelmabdya menilai kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wabup Zaman Akli layak memperoleh rapor hijau," ungkapnya.
Meski memberikan apresiasi, Hipemabdya menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak mengubah posisi organisasi sebagai kelompok yang tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Syahrol menegaskan mahasiswa akan terus menjadi mitra kritis pemerintah daerah dengan menyampaikan kritik, saran, serta masukan yang konstruktif demi mendorong kemajuan Kabupaten Aceh Barat Daya.
Menurutnya, kontrol dari kalangan mahasiswa tetap diperlukan agar proses pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Bupati: Apresiasi Menjadi Motivasi
Menanggapi penilaian tersebut, Bupati Abdya Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada Hipemabdya atas evaluasi yang telah dilakukan. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Safaruddin mengatakan pemerintah membutuhkan berbagai masukan dari mahasiswa sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Alhamdulillah jika demikian. Saya selaku pemerintah terus berharap pemikiran-pemikiran kritis dari mahasiswa Abdya," ucap Safaruddin.
Menurutnya, kritik, saran, maupun gagasan yang bersifat membangun sangat penting agar pembangunan daerah dapat terus diperbaiki dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Buka Ruang Dialog
Safaruddin menegaskan pemerintah daerah akan terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Dialog dan kolaborasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang partisipatif.
Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan mahasiswa tidak hanya sebatas forum diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama yang mampu melahirkan gagasan baru untuk pembangunan daerah.
"Kita pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat," pungkas Safaruddin.
Pemberian Rapor Hijau dari Hipemabdya menjadi salah satu bentuk evaluasi independen dari organisasi mahasiswa terhadap perjalanan satu tahun pemerintahan Safaruddin dan Zaman Akli. Penilaian tersebut, sebagaimana disampaikan Hipemabdya, didasarkan pada kajian terhadap dokumen pembangunan dan capaian program yang telah berjalan. Hingga kegiatan berlangsung, belum ada konfirmasi resmi mengenai tindak lanjut khusus dari hasil evaluasi tersebut selain penyampaian apresiasi dan komitmen pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa.


