Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menindaklanjuti keluhan masyarakat soal kondisi jalan di Desa Seujahtera, Kecamatan Manggeng. Menyusul arahan Bupati Safaruddin, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi jalan sekaligus menyiapkan rencana penanganan.
MANGGENG - Langkah itu dilakukan setelah aspirasi warga mengenai infrastruktur jalan beredar di media sosial. Pemkab Abdya kemudian meminta jajaran teknis PUPR memverifikasi langsung kondisi lapangan agar penanganan yang disiapkan sesuai kebutuhan di lokasi.
Plt Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi ST, mengatakan pihaknya bergerak atas instruksi pimpinan daerah untuk mengecek kondisi riil ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat. Menurut dia, pengecekan lapangan diperlukan sebagai dasar penyusunan perencanaan teknis.
“Pimpinan (Bupati) telah memerintahkan kami untuk segera mengecek kondisi riil di lapangan. Sesuai arahan tersebut, tim sudah turun langsung melakukan cek lokasi (ceklok) guna melakukan survey perencanaan teknis. Langkah ini krusial agar penanganan penataan infrastruktur jalan ini dapat berjalan akurat dan terukur,” ujar Rahwadi kepada media ini, Kamis (2/7/2026).
Ia menyebut survei lapangan telah dilakukan pada Selasa, 30 Juni 2026. Lokasi yang ditinjau berada di Desa Seujahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada titik koordinat 3.60555 N dan 96.91797 E.
Dalam survei itu, tim PUPR memfokuskan peninjauan pada rencana peningkatan Jalan Padang Manggi–Paya Lhok di Desa Seujahtera. Ruas tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi warga, terutama untuk menunjang mobilitas harian serta aktivitas pertanian dan perkebunan.
Dari hasil perencanaan awal, penanganan yang disiapkan berupa pengaspalan jalan sepanjang 829 meter menggunakan aspal hotmix. Jenis material itu dipilih karena dinilai lebih kokoh dan mampu mendukung lalu lintas kendaraan pengangkut hasil produksi masyarakat.
Rahwadi menjelaskan, hasil verifikasi lapangan akan dijadikan dasar pengusulan program peningkatan jalan ke dalam perencanaan anggaran daerah. Dinas PUPR, kata dia, akan menyiapkan usulan agar pekerjaan tersebut bisa masuk dalam pembiayaan APBK tahun anggaran berikutnya.
“Berdasarkan hasil verifikasi kondisi di lapangan, kami dari Dinas PUPR akan segera mengusulkan program peningkatan jalan ini agar dapat ditampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) murni tahun anggaran 2027 mendatang,” katanya.
Untuk merealisasikan pekerjaan itu, kebutuhan anggaran awal diperkirakan mencapai Rp4 miliar. Nilai tersebut dihitung untuk membiayai tahapan pekerjaan dari penyiapan fondasi hingga pelapisan akhir hotmix.
Pemkab Abdya menyatakan peninjauan lapangan dan penyusunan rencana penanganan ini merupakan bagian dari respons atas aspirasi warga terkait akses jalan yang layak. Jika terealisasi, peningkatan ruas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta menopang kegiatan ekonomi di wilayah Manggeng.
![]() |
| kondisi jalan di Desa Seujahtera, Kecamatan Manggeng, Abdya/foto/ist |
MANGGENG - Langkah itu dilakukan setelah aspirasi warga mengenai infrastruktur jalan beredar di media sosial. Pemkab Abdya kemudian meminta jajaran teknis PUPR memverifikasi langsung kondisi lapangan agar penanganan yang disiapkan sesuai kebutuhan di lokasi.
Plt Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi ST, mengatakan pihaknya bergerak atas instruksi pimpinan daerah untuk mengecek kondisi riil ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat. Menurut dia, pengecekan lapangan diperlukan sebagai dasar penyusunan perencanaan teknis.
“Pimpinan (Bupati) telah memerintahkan kami untuk segera mengecek kondisi riil di lapangan. Sesuai arahan tersebut, tim sudah turun langsung melakukan cek lokasi (ceklok) guna melakukan survey perencanaan teknis. Langkah ini krusial agar penanganan penataan infrastruktur jalan ini dapat berjalan akurat dan terukur,” ujar Rahwadi kepada media ini, Kamis (2/7/2026).
Ia menyebut survei lapangan telah dilakukan pada Selasa, 30 Juni 2026. Lokasi yang ditinjau berada di Desa Seujahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada titik koordinat 3.60555 N dan 96.91797 E.
Dalam survei itu, tim PUPR memfokuskan peninjauan pada rencana peningkatan Jalan Padang Manggi–Paya Lhok di Desa Seujahtera. Ruas tersebut selama ini menjadi jalur penting bagi warga, terutama untuk menunjang mobilitas harian serta aktivitas pertanian dan perkebunan.
Dari hasil perencanaan awal, penanganan yang disiapkan berupa pengaspalan jalan sepanjang 829 meter menggunakan aspal hotmix. Jenis material itu dipilih karena dinilai lebih kokoh dan mampu mendukung lalu lintas kendaraan pengangkut hasil produksi masyarakat.
Rahwadi menjelaskan, hasil verifikasi lapangan akan dijadikan dasar pengusulan program peningkatan jalan ke dalam perencanaan anggaran daerah. Dinas PUPR, kata dia, akan menyiapkan usulan agar pekerjaan tersebut bisa masuk dalam pembiayaan APBK tahun anggaran berikutnya.
“Berdasarkan hasil verifikasi kondisi di lapangan, kami dari Dinas PUPR akan segera mengusulkan program peningkatan jalan ini agar dapat ditampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) murni tahun anggaran 2027 mendatang,” katanya.
Untuk merealisasikan pekerjaan itu, kebutuhan anggaran awal diperkirakan mencapai Rp4 miliar. Nilai tersebut dihitung untuk membiayai tahapan pekerjaan dari penyiapan fondasi hingga pelapisan akhir hotmix.
Pemkab Abdya menyatakan peninjauan lapangan dan penyusunan rencana penanganan ini merupakan bagian dari respons atas aspirasi warga terkait akses jalan yang layak. Jika terealisasi, peningkatan ruas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta menopang kegiatan ekonomi di wilayah Manggeng.


