Tugu Nol Kilometer Indonesia di kawasan Cot Damar–Kilometer 0, Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, menjadi salah satu tujuan liburan keluarga pada Sabtu (4/7/2026), karena menawarkan perpaduan wisata alam, sejarah, dan edukasi bagi anak-anak.
SABANG - Kawasan paling barat Indonesia itu ramai dikunjungi wisatawan yang memanfaatkan akhir pekan bersama keluarga. Cuaca cerah menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati suasana di sekitar monumen yang menandai titik paling barat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Salah satu pengunjung yang terlihat menikmati momen liburan ialah Muhammad Nabil Ramadhan. Ia tampak antusias berada di kawasan Tugu Nol Kilometer sambil menikmati pemandangan sekitar dan mengabadikan momen di depan monumen ikonik tersebut.
Tugu Nol Kilometer Indonesia berjarak sekitar 29 kilometer dari pusat Kota Sabang. Lokasi itu dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 hingga 45 menit dengan kendaraan. Dalam perjalanan, wisatawan disuguhi panorama perbukitan hijau, ruas jalan berkelok, dan bentang laut biru yang menjadi daya tarik tersendiri sebelum tiba di lokasi.
Setibanya di kawasan tugu, pengunjung dapat melihat monumen yang selama ini dikenal sebagai simbol persatuan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Selain nilai simbolis, lokasi tersebut juga menyajikan pemandangan alam berupa hamparan Samudra Hindia, hembusan angin laut, dan pepohonan tropis yang membuat suasana terasa sejuk.
Kunjungan ke Kilometer Nol juga dinilai memberi pengalaman belajar bagi anak-anak. Selain berwisata, mereka dapat mengenal letak geografis Indonesia, memahami pentingnya menjaga kekayaan alam, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sejak dini.
Tak hanya berfoto di sekitar monumen, wisatawan yang datang ke kawasan Iboih juga bisa melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain. Di antaranya pantai berpasir putih, lokasi snorkeling dan diving, hingga menikmati kuliner khas Aceh yang banyak diburu pengunjung.
Keberadaan Tugu Nol Kilometer memperkuat posisi Sabang sebagai salah satu destinasi unggulan wisata di Aceh. Keindahan alam, kebersihan lingkungan, dan keramahan masyarakat menjadi faktor yang membuat kawasan ini terus diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Buat kami, Sabang bukan cuma tempat wisata. Di sini keindahan alam, sejarah, dan kebersamaan keluarga menyatu jadi kenangan yang nggak akan pernah kami lupa,” ujar orang tua Nabil.
![]() |
| Muhammad Nabil Ramadhan menikmati liburan keluarga di Tugu Nol Kilometer Sabang/foto/ist |
SABANG - Kawasan paling barat Indonesia itu ramai dikunjungi wisatawan yang memanfaatkan akhir pekan bersama keluarga. Cuaca cerah menambah kenyamanan pengunjung saat menikmati suasana di sekitar monumen yang menandai titik paling barat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Salah satu pengunjung yang terlihat menikmati momen liburan ialah Muhammad Nabil Ramadhan. Ia tampak antusias berada di kawasan Tugu Nol Kilometer sambil menikmati pemandangan sekitar dan mengabadikan momen di depan monumen ikonik tersebut.
Tugu Nol Kilometer Indonesia berjarak sekitar 29 kilometer dari pusat Kota Sabang. Lokasi itu dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 hingga 45 menit dengan kendaraan. Dalam perjalanan, wisatawan disuguhi panorama perbukitan hijau, ruas jalan berkelok, dan bentang laut biru yang menjadi daya tarik tersendiri sebelum tiba di lokasi.
Setibanya di kawasan tugu, pengunjung dapat melihat monumen yang selama ini dikenal sebagai simbol persatuan Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Selain nilai simbolis, lokasi tersebut juga menyajikan pemandangan alam berupa hamparan Samudra Hindia, hembusan angin laut, dan pepohonan tropis yang membuat suasana terasa sejuk.
Kunjungan ke Kilometer Nol juga dinilai memberi pengalaman belajar bagi anak-anak. Selain berwisata, mereka dapat mengenal letak geografis Indonesia, memahami pentingnya menjaga kekayaan alam, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sejak dini.
Tak hanya berfoto di sekitar monumen, wisatawan yang datang ke kawasan Iboih juga bisa melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain. Di antaranya pantai berpasir putih, lokasi snorkeling dan diving, hingga menikmati kuliner khas Aceh yang banyak diburu pengunjung.
Keberadaan Tugu Nol Kilometer memperkuat posisi Sabang sebagai salah satu destinasi unggulan wisata di Aceh. Keindahan alam, kebersihan lingkungan, dan keramahan masyarakat menjadi faktor yang membuat kawasan ini terus diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Buat kami, Sabang bukan cuma tempat wisata. Di sini keindahan alam, sejarah, dan kebersamaan keluarga menyatu jadi kenangan yang nggak akan pernah kami lupa,” ujar orang tua Nabil.


