Iklan

terkini

Pemkab Abdya Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Hidupkan Kembali Gedung Kesenian Manggeng

Fitriadi
Jumat, 03 Juli 2026, 11.46.00 WIB Last Updated 2026-07-03T04:46:03Z
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk merehabilitasi Gedung Kesenian Manggeng di Desa Seunelop, Kecamatan Manggeng. Kebijakan yang digagas Bupati Safaruddin itu mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat karena dinilai mendukung pelestarian budaya dan ruang kreativitas generasi muda.

Tokoh masyarakat Manggeng Raya, Edi Syahputra H, SPd/foto/ist

MANGGENG - Tokoh masyarakat Manggeng Raya, Edi Syahputra H, SPd, Jumat (3/7/2026), menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah menindaklanjuti aspirasi warga terkait kondisi gedung tersebut. Menurut dia, keputusan itu menunjukkan perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga pada sektor kebudayaan.

Keseriusan pemerintah daerah, kata dia, terlihat dari penurunan tim survei bersama Camat Manggeng Ridhawiyardi untuk meninjau langsung kondisi fisik bangunan sebelum pekerjaan rehabilitasi dimulai. Langkah itu dinilai menjadi bagian awal untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kebudayaan adalah fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat identitas daerah. Langkah Bupati Abdya ini patut diacungi jempol karena membuktikan pemerintah benar-benar mendengar dan mengeksekusi suara rakyat,” ujar Putra, sapaan akrab Edi Syahputra, yang juga berprofesi sebagai guru SMA di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat Manggeng, gedung kesenian tersebut bukan sekadar bangunan biasa. Fasilitas itu selama ini dikenal sebagai ruang lahirnya talenta seni lokal, tempat perlombaan, serta lokasi pertemuan lintas generasi. Namun, kondisi bangunan yang menua dan minim perawatan membuat aktivitas di dalamnya sempat terhenti.

Edi menilai rehabilitasi gedung memiliki dampak lebih luas daripada sekadar pembenahan fisik. Menurutnya, kehadiran kembali gedung kesenian dapat memperkuat kohesi sosial melalui aktivitas seni, pembinaan bakat anak-anak dan remaja, serta menjadi ruang berkumpul komunitas budaya di Manggeng dan sekitarnya.

Selain itu, ia menyebut pemulihan fungsi gedung berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti festival, pameran, dan pertunjukan seni diyakini dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, jasa dekorasi, hingga sektor transportasi lokal.

Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Edi mengingatkan bahwa tantangan utama justru terletak pada pengelolaan pasca-rehabilitasi. Ia berharap gedung itu nantinya tidak berhenti sebagai proyek fisik semata, melainkan benar-benar difungsikan secara berkelanjutan untuk kegiatan seni, pendidikan, dan kebudayaan.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar gedung tersebut tetap hidup. Menurutnya, sekolah dan kampus dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk pentas seni, literasi, dan lomba kreativitas siswa, sementara sanggar seni serta komunitas budaya bisa menjadikannya sebagai pusat latihan dan pertunjukan berkala.

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan mengintegrasikan Gedung Kesenian Manggeng ke dalam agenda festival budaya tahunan, baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Dengan begitu, manfaat rehabilitasi tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem budaya daerah secara berkesinambungan.

“Daerah yang maju bukan hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari kemampuannya merawat sejarah, menghargai budaya, dan menyediakan ruang bagi warganya untuk terus berkarya. Semoga Gedung Kesenian Manggeng menjadi rumah bersama dan simbol kebangkitan budaya di Aceh Barat Daya,” pungkasnya.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemkab Abdya Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Hidupkan Kembali Gedung Kesenian Manggeng

Terkini

Iklan