Program Doto Saweu Gampong yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dinilai memberi kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Manggeng. Kehadiran dokter ke Dessa-Desa disebut membantu warga lansia, pasien penyakit menahun, dan keluarga kurang mampu mendapatkan pemeriksaan lebih dekat.
MANGGENG - Penilaian itu disampaikan Kepala Desa Seunelop, Zulkarnaini, Rabu (1/7/2026). Ia mengatakan masyarakat di 18 Desa dalam wilayah Kecamatan Manggeng merasakan langsung manfaat program tersebut karena pelayanan medis kini tidak lagi terpusat di puskesmas atau rumah sakit, melainkan hadir di tengah pemukiman warga.
“Kami atas nama masyarakat Desa Seunelop dan mewakili suara dari 18 Desa di Kecamatan Manggeng, sangat bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Abdya atas adanya program Doto Saweu Gampong ini,” kata Zulkarnaini.
Menurut dia, skema pelayanan jemput bola itu menjawab persoalan yang selama ini kerap dihadapi warga Desa. Sebelum program berjalan, sebagian masyarakat harus menunda berobat karena keterbatasan biaya perjalanan, kondisi tubuh yang tidak memungkinkan, atau tidak adanya kendaraan untuk menuju fasilitas kesehatan.
“Jujur saja, program ini adalah jawaban nyata dari doa-doa warga kami, terutama mereka yang sudah lansia, menderita penyakit kronis, atau yang terkendala biaya transportasi untuk sekadar berobat ke Puskesmas atau RSUD Teungku Peukan,” ujarnya.
Zulkarnaini yang akrab disapa Tijoel menjelaskan, kondisi tersebut membuat sejumlah warga memilih bertahan di rumah saat sakit. Dalam situasi tertentu, keluhan kesehatan baru diperiksakan setelah kondisi memburuk karena akses menuju tempat pelayanan medis tidak mudah dijangkau dari Desa.
Melalui Doto Saweu Gampong, pola itu mulai berubah. Dokter hadir ke posko Desa untuk membuka layanan pemeriksaan, dan pada kasus tertentu mendatangi rumah warga yang membutuhkan penanganan. Kehadiran layanan di lingkungan tempat tinggal masyarakat membuat proses pemeriksaan menjadi lebih sederhana dan cepat dijangkau.
Ia menilai dampak program terlihat dari meningkatnya kemudahan warga untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan. Masyarakat juga dapat melakukan pemeriksaan dasar, seperti tekanan darah dan gula darah, serta memperoleh obat sesuai hasil pelayanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain mempermudah pemeriksaan, kehadiran dokter di Desa juga membantu menemukan keluhan kesehatan lebih awal. Penyakit yang sebelumnya tidak terpantau kini bisa segera diketahui, lalu ditentukan penanganan lanjutan, baik melalui pengobatan langsung maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Aspek lain yang turut dirasakan warga ialah edukasi kesehatan. Menurut Zulkarnaini, tenaga medis tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memberi pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat agar masyarakat lebih peduli terhadap upaya pencegahan penyakit di rumah dan lingkungan sekitar.
“Sekarang, tidak ada lagi cerita warga saya yang telat ditangani hanya karena tidak punya motor atau tidak ada keluarga yang mengantar ke Kota. Dokter-dokter ini datang dengan ramah, mendengarkan keluhan warga kami, dan memberikan pelayanan layaknya keluarga sendiri,” katanya.
Ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan dan diperkuat pada masa mendatang. Baginya, keberadaan dokter yang hadir langsung ke Desa bukan hanya memudahkan pengobatan, tetapi juga menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
“Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah-tengah rakyat kecil. Kami sangat berharap program Doto Saweu Gampong ini terus dipertahankan dan ditingkatkan fasilitas pendukungnya ke depan,” pungkas Zulkarnaini.
![]() |
| Kepala Desa Seunelop, Zulkarnaini/foto/ist |
MANGGENG - Penilaian itu disampaikan Kepala Desa Seunelop, Zulkarnaini, Rabu (1/7/2026). Ia mengatakan masyarakat di 18 Desa dalam wilayah Kecamatan Manggeng merasakan langsung manfaat program tersebut karena pelayanan medis kini tidak lagi terpusat di puskesmas atau rumah sakit, melainkan hadir di tengah pemukiman warga.
“Kami atas nama masyarakat Desa Seunelop dan mewakili suara dari 18 Desa di Kecamatan Manggeng, sangat bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Abdya atas adanya program Doto Saweu Gampong ini,” kata Zulkarnaini.
Menurut dia, skema pelayanan jemput bola itu menjawab persoalan yang selama ini kerap dihadapi warga Desa. Sebelum program berjalan, sebagian masyarakat harus menunda berobat karena keterbatasan biaya perjalanan, kondisi tubuh yang tidak memungkinkan, atau tidak adanya kendaraan untuk menuju fasilitas kesehatan.
“Jujur saja, program ini adalah jawaban nyata dari doa-doa warga kami, terutama mereka yang sudah lansia, menderita penyakit kronis, atau yang terkendala biaya transportasi untuk sekadar berobat ke Puskesmas atau RSUD Teungku Peukan,” ujarnya.
Zulkarnaini yang akrab disapa Tijoel menjelaskan, kondisi tersebut membuat sejumlah warga memilih bertahan di rumah saat sakit. Dalam situasi tertentu, keluhan kesehatan baru diperiksakan setelah kondisi memburuk karena akses menuju tempat pelayanan medis tidak mudah dijangkau dari Desa.
Melalui Doto Saweu Gampong, pola itu mulai berubah. Dokter hadir ke posko Desa untuk membuka layanan pemeriksaan, dan pada kasus tertentu mendatangi rumah warga yang membutuhkan penanganan. Kehadiran layanan di lingkungan tempat tinggal masyarakat membuat proses pemeriksaan menjadi lebih sederhana dan cepat dijangkau.
Ia menilai dampak program terlihat dari meningkatnya kemudahan warga untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan. Masyarakat juga dapat melakukan pemeriksaan dasar, seperti tekanan darah dan gula darah, serta memperoleh obat sesuai hasil pelayanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain mempermudah pemeriksaan, kehadiran dokter di Desa juga membantu menemukan keluhan kesehatan lebih awal. Penyakit yang sebelumnya tidak terpantau kini bisa segera diketahui, lalu ditentukan penanganan lanjutan, baik melalui pengobatan langsung maupun rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Aspek lain yang turut dirasakan warga ialah edukasi kesehatan. Menurut Zulkarnaini, tenaga medis tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memberi pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat agar masyarakat lebih peduli terhadap upaya pencegahan penyakit di rumah dan lingkungan sekitar.
“Sekarang, tidak ada lagi cerita warga saya yang telat ditangani hanya karena tidak punya motor atau tidak ada keluarga yang mengantar ke Kota. Dokter-dokter ini datang dengan ramah, mendengarkan keluhan warga kami, dan memberikan pelayanan layaknya keluarga sendiri,” katanya.
Ia berharap program tersebut tetap dilanjutkan dan diperkuat pada masa mendatang. Baginya, keberadaan dokter yang hadir langsung ke Desa bukan hanya memudahkan pengobatan, tetapi juga menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
“Ini bukan sekadar program kesehatan, tapi bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah-tengah rakyat kecil. Kami sangat berharap program Doto Saweu Gampong ini terus dipertahankan dan ditingkatkan fasilitas pendukungnya ke depan,” pungkas Zulkarnaini.


