Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan agroindustri dan hilirisasi kelapa terpadu sebagai investasi strategis. Komitmen itu disampaikan Bupati Safwandi saat mengikuti diskusi bersama DJPb Aceh dan akademisi USK di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
BANDA ACEH - Pengembangan tersebut membahas prospek kawasan perkebunan kelapa terpadu seluas sekitar 1.500 hektare yang terhubung dengan industri pengolahan berbagai produk turunan. Konsep yang disiapkan mengusung pendekatan zero waste sehingga seluruh bagian kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari santan kemasan, virgin coconut oil (VCO), cocofiber, cocopeat, gula semut hingga arang tempurung.
Dalam pertemuan itu, Safwandi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Jaya, Juanda. Sementara tim penyusun prospektus investasi memaparkan bahwa proyek tersebut diperkirakan mampu membuka lebih dari 1.300 lapangan kerja langsung serta sekitar 3.500 kesempatan kerja tidak langsung, sekaligus memperkuat posisi Aceh Jaya sebagai kawasan agroindustri berbasis kelapa di Aceh.
Menanggapi paparan tersebut, Safwandi menyatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan komoditas kelapa beserta industri hilirnya selama pelaksanaan investasi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan memperhatikan status lahan yang akan dimanfaatkan.
"Kami sangat sependapat dengan pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi di Aceh Jaya. Namun ada beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian. Tanah yang ditawarkan merupakan tanah adat yang harus memberikan manfaat bagi pemberdayaan mukim dan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan juga perlu memanfaatkan lahan-lahan milik masyarakat sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga," kata Safwandi.
Menurutnya, sektor agroindustri berbasis kelapa memiliki peluang besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menarik investasi baru. Karena itu, setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan proyek perlu dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama pembangunan.
Ia juga menilai integrasi antara perkebunan dan industri pengolahan menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada komoditas primer.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh Jaya," ujarnya.
Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap kajian investasi yang sedang disusun dapat menjadi pijakan pengembangan kawasan agroindustri kelapa yang berkelanjutan, inklusif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.
![]() |
| Pertemuan sejumlah pihak berlangsung di ruang rapat membahas agenda bersama/foto/acehjayakab |
Dalam pertemuan itu, Safwandi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Jaya, Juanda. Sementara tim penyusun prospektus investasi memaparkan bahwa proyek tersebut diperkirakan mampu membuka lebih dari 1.300 lapangan kerja langsung serta sekitar 3.500 kesempatan kerja tidak langsung, sekaligus memperkuat posisi Aceh Jaya sebagai kawasan agroindustri berbasis kelapa di Aceh.
Menanggapi paparan tersebut, Safwandi menyatakan pemerintah daerah mendukung pengembangan komoditas kelapa beserta industri hilirnya selama pelaksanaan investasi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan memperhatikan status lahan yang akan dimanfaatkan.
"Kami sangat sependapat dengan pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi di Aceh Jaya. Namun ada beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian. Tanah yang ditawarkan merupakan tanah adat yang harus memberikan manfaat bagi pemberdayaan mukim dan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan juga perlu memanfaatkan lahan-lahan milik masyarakat sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga," kata Safwandi.
Menurutnya, sektor agroindustri berbasis kelapa memiliki peluang besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menarik investasi baru. Karena itu, setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan proyek perlu dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama pembangunan.
Ia juga menilai integrasi antara perkebunan dan industri pengolahan menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih bertumpu pada komoditas primer.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh Jaya," ujarnya.
Melalui pembahasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap kajian investasi yang sedang disusun dapat menjadi pijakan pengembangan kawasan agroindustri kelapa yang berkelanjutan, inklusif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.


