Mahasiswa Program Studi Ilmu Agama Islam (IAI) Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menorehkan capaian membanggakan pada Yudisium Program Magister dan Doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Gelombang I dan II Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Pascasarjana, Sabtu, 13 Juni 2026. Selain publikasi pada jurnal bereputasi Scopus Q1 dan Sinta, delapan mahasiswa Prodi IAI juga berhasil meraih gelar magister hanya dalam waktu tiga semester.
BANDA ACEH - Prestasi tersebut menjadi indikator meningkatnya produktivitas akademik mahasiswa, baik melalui publikasi ilmiah maupun penyelesaian studi tepat waktu. Bahkan, mayoritas lulusan Prodi IAI pada yudisium tahun ini berhasil menuntaskan pendidikan sesuai target akademik yang ditetapkan program studi.
Mahasiswa yang menyelesaikan studi melalui publikasi artikel ilmiah terdiri atas Nur Mala Sari yang berhasil menerbitkan artikel pada jurnal bereputasi Sinta 1 dan terindeks Scopus Q1. Selain itu, Ripi Hamdani, Nur Fajri Siswi, Nur Ahmadi Akmal, Ahmada Tahrir, serta Sanaul Khair juga dinyatakan lulus melalui publikasi artikel pada jurnal terakreditasi Sinta 2.
Dari nama tersebut, lima mahasiswa berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu tiga semester, yakni Nur Mala Sari, Ripi Hamdani, Nur Fajri Siswi, Nur Ahmadi Akmal, dan Ahmada Tahrir. Sementara Sanaul Khair menyelesaikan studi dalam tujuh semester.
Selain jalur artikel ilmiah, terdapat sepuluh mahasiswa yang menuntaskan studi melalui penyusunan tesis. Tiga mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan magister dalam waktu tiga semester, yaitu Alvia Hasli Ramadhan, M. Radhi Al Khawarizmi, dan Fatik Furqan, serta Ari Adliansyah dalam empat semester. Di antara lulusan tersebut, Alvia Hasli Ramadhan mencatatkan prestasi akademik istimewa dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00.
Sementara itu, lima mahasiswa lainnya menyelesaikan studi dalam lima semester, masing-masing Amaril Basyiry, Muhammad Idal Bahri, Nada Rahmi, Muhammad Zulfikri. Adapun Maulidia Az Zuhraifa menyelesaikan pendidikan magister dalam tujuh semester.
Berdasarkan data Program Studi IAI, sebanyak 13 mahasiswa dinyatakan lulus tepat waktu. Dari jumlah tersebut, delapan mahasiswa menyelesaikan studi dalam tiga semester, satu mahasiswa dalam empat semester, dan empat mahasiswa dalam lima semester. Sementara dua mahasiswa lainnya menyelesaikan studi dalam tujuh semester.
Ketua Program Studi IAI Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. phil. Abdul Manan, S.Ag., M.Sc., M.A., mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya akademik dan tradisi riset di lingkungan program studi.
"Publikasi ilmiah bukan sekadar syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Menurut Abdul Manan, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi merupakan indikator meningkatnya kualitas akademik di lingkungan Pascasarjana UIN Ar-Raniry.
"Kami ingin membangun tradisi keilmuan yang kuat, sehingga mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi dunia akademik dan masyarakat," katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Program Studi IAI, Dr. Nufiar, M.Ag., berharap para lulusan dapat terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesional mereka di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Yudisium tersebut menjadi penanda berakhirnya proses akademik para mahasiswa sekaligus awal perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan.
![]() |
| Lulusan Prodi IAI Pascasarjana UIN Ar-Raniry usai yudisium bersama/foto/ist |
BANDA ACEH - Prestasi tersebut menjadi indikator meningkatnya produktivitas akademik mahasiswa, baik melalui publikasi ilmiah maupun penyelesaian studi tepat waktu. Bahkan, mayoritas lulusan Prodi IAI pada yudisium tahun ini berhasil menuntaskan pendidikan sesuai target akademik yang ditetapkan program studi.
Mahasiswa yang menyelesaikan studi melalui publikasi artikel ilmiah terdiri atas Nur Mala Sari yang berhasil menerbitkan artikel pada jurnal bereputasi Sinta 1 dan terindeks Scopus Q1. Selain itu, Ripi Hamdani, Nur Fajri Siswi, Nur Ahmadi Akmal, Ahmada Tahrir, serta Sanaul Khair juga dinyatakan lulus melalui publikasi artikel pada jurnal terakreditasi Sinta 2.
Dari nama tersebut, lima mahasiswa berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu tiga semester, yakni Nur Mala Sari, Ripi Hamdani, Nur Fajri Siswi, Nur Ahmadi Akmal, dan Ahmada Tahrir. Sementara Sanaul Khair menyelesaikan studi dalam tujuh semester.
Selain jalur artikel ilmiah, terdapat sepuluh mahasiswa yang menuntaskan studi melalui penyusunan tesis. Tiga mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan magister dalam waktu tiga semester, yaitu Alvia Hasli Ramadhan, M. Radhi Al Khawarizmi, dan Fatik Furqan, serta Ari Adliansyah dalam empat semester. Di antara lulusan tersebut, Alvia Hasli Ramadhan mencatatkan prestasi akademik istimewa dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00.
Sementara itu, lima mahasiswa lainnya menyelesaikan studi dalam lima semester, masing-masing Amaril Basyiry, Muhammad Idal Bahri, Nada Rahmi, Muhammad Zulfikri. Adapun Maulidia Az Zuhraifa menyelesaikan pendidikan magister dalam tujuh semester.
Berdasarkan data Program Studi IAI, sebanyak 13 mahasiswa dinyatakan lulus tepat waktu. Dari jumlah tersebut, delapan mahasiswa menyelesaikan studi dalam tiga semester, satu mahasiswa dalam empat semester, dan empat mahasiswa dalam lima semester. Sementara dua mahasiswa lainnya menyelesaikan studi dalam tujuh semester.
Ketua Program Studi IAI Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. phil. Abdul Manan, S.Ag., M.Sc., M.A., mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya akademik dan tradisi riset di lingkungan program studi.
"Publikasi ilmiah bukan sekadar syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Menurut Abdul Manan, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi merupakan indikator meningkatnya kualitas akademik di lingkungan Pascasarjana UIN Ar-Raniry.
"Kami ingin membangun tradisi keilmuan yang kuat, sehingga mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi dunia akademik dan masyarakat," katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Program Studi IAI, Dr. Nufiar, M.Ag., berharap para lulusan dapat terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesional mereka di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Yudisium tersebut menjadi penanda berakhirnya proses akademik para mahasiswa sekaligus awal perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan.


