Haba Nanggroe

HABA NANGGROE
Memuat...

Iklan

terkini

Krueng Tangan-Tangan Meluap, Permukiman dan Sawah Gampong Mesjid Terendam

Fitriadi
8/13/26, 23:15 WIB Last Updated 2026-08-13T16:15:05Z
Hujan deras berintensitas tinggi memicu banjir luapan DAS Krueng Tangan-Tangan di Gampong Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya, Kamis (13/8/2026) malam. Air menggenangi permukiman, jalan antar-desa, hingga hektaran sawah warga.

Banjir luapan Krueng Tangan-Tangan menggenangi permukiman dan sawah warga Gampong Mesjid/foto/ist

TANGAN - TANGAN - Luapan air mulai memasuki kawasan permukiman sejak Kamis malam. Debit yang meningkat membuat arus mengalir deras hingga melintasi badan jalan yang menjadi akses penting masyarakat setempat.

Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas warga selama beberapa jam. Jalan yang terdampak merupakan jalur penghubung dari Gampong Mesjid menuju Pante Geulumpang.

Kepala Desa atau Keuchik Gampong Mesjid, Kasman, mengatakan luapan DAS Krueng Tangan-Tangan menjadi penyebab utama genangan yang terjadi di kawasan permukiman serta akses transportasi.

“Banjir luapan ini membuat sebagian pemukiman warga tergenang. Akses jalan lintas desa bahkan sempat terhenti beberapa jam karena arusnya sangat deras. Jalan yang terendam ini merupakan jalur penghubung penting dari Desa Mesjid menuju Pante Geulumpang,” ujar Kasman.

Selain berdampak terhadap rumah warga dan mobilitas masyarakat, banjir juga merendam lahan pertanian. Hamparan sawah yang sedang memasuki masa penting pertumbuhan tanaman padi turut terdampak luapan air.

Tanaman padi milik petani rata-rata sedang berada pada fase keluar malai ketika genangan terjadi. Fase tersebut menjadi perhatian karena kondisi sawah yang terendam dapat mengganggu tanaman dan menimbulkan kekhawatiran terhadap hasil panen.

Genangan air yang bertahan dalam waktu lama berpotensi merusak bulir padi. Karena itu, petani menghadapi kekhawatiran terhadap kemungkinan gagal panen apabila air tidak segera surut.

Banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Abdya. Air yang membawa material keruh dari kawasan aliran sungai kemudian meluap dan memasuki sejumlah area di sekitar Gampong Mesjid.

Warga bersama aparat Desa masih bersiaga menghadapi kemungkinan peningkatan debit air. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi hujan di kawasan hulu masih dilaporkan berubah-ubah.

Hingga berita ini diturunkan, genangan masih menjadi perhatian warga, terutama di kawasan permukiman dan lahan persawahan. Masyarakat terus memantau kondisi air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Dampak terhadap sektor pertanian menjadi perhatian karena tanaman padi yang terendam sedang berada pada fase keluar malai. Petani berharap genangan tidak berlangsung lama sehingga tanaman dapat kembali berkembang dan potensi panen tetap terjaga.

Sementara itu, akses antar-desa yang sempat terganggu menjadi bagian lain dari dampak banjir luapan tersebut. Arus deras yang menutupi badan jalan membuat mobilitas warga sempat berhenti selama beberapa jam pada malam kejadian.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak hujan deras tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di kawasan permukiman, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada akses jalan dan lahan pertanian.

Warga dan aparat setempat tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air. Kewaspadaan diperlukan karena curah hujan di wilayah hulu masih fluktuatif dan berpotensi memengaruhi kondisi aliran DAS Krueng Tangan-Tangan.

Hingga malam ini, perhatian warga tertuju pada perkembangan genangan dan kondisi sawah yang terdampak. Jika air segera surut, kerusakan tanaman diharapkan dapat diminimalkan.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Krueng Tangan-Tangan Meluap, Permukiman dan Sawah Gampong Mesjid Terendam

Terkini

Iklan Advertica