Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengapresiasi penyaluran 148 paket alat tangkap ikan kepada tiga kelompok nelayan se-Kabupaten Abdya di Aula DKP Abdya, Kamis (13/8/2026).
ABDYA - Bantuan tersebut disalurkan oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham. Penyerahan secara simbolis dihadiri Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, S.Sos., M.M., Sekretaris DPC PDI-P Abdya Lutfi Manfalutsi, Panglima Laot Abdya T. Indra Kusuma (Acek Muntir), Kabid Alat Tangkap DKP Abdya, jajaran penyuluh perikanan, serta nelayan penerima manfaat.
Adapun bantuan yang diterima kelompok nelayan berupa jaring insang dan peralatan pancing lengkap. Sarana tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus membantu meningkatkan hasil tangkapan.
Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyampaikan penghargaan kepada Jamaluddin Idham karena telah memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir melalui dukungan bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan itu bukan sekadar penyerahan peralatan, tetapi bagian dari perhatian terhadap keberlangsungan mata pencaharian nelayan di Abdya.
"Kita memahami bahwa menjadi nelayan bukanlah pekerjaan yang ringan. Setiap kali melaut, ada keberanian, ketekunan, ikhtiar, bahkan risiko yang harus dihadapi. Ketika pemerintah dan DPR RI hadir melalui bantuan sarana-prasarana, sesungguhnya kita sedang memperkuat mata pencaharian masyarakat agar roda ekonomi keluarga nelayan terus bergerak," ujar Zaman Akli dalam sambutannya.
Ia menyebut Abdya mempunyai potensi kelautan yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan peralatan, teknologi, permodalan, serta kerja sama antarlembaga agar dapat dikembangkan secara maksimal.
Zaman Akli juga menyinggung keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Abdya. Karena itu, pembangunan sektor perikanan menurutnya membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI.
"APBK kita memiliki keterbatasan. Pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan anggaran daerah. Kita membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan dukungan dari jalur aspirasi legislatif DPR-RI Komisi IV," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Zaman Akli meminta kelompok penerima menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan. Peralatan tersebut juga diharapkan digunakan secara bersama-sama untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan.
Ia mengingatkan penerima agar tidak mengalihkan maupun memperjualbelikan bantuan hibah yang berasal dari pemerintah.
"Saya perlu mengingatkan bahwa bantuan hibah maupun bantuan yang bersumber dari aspirasi ini bukan untuk diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain. Bantuan ini adalah amanah pemerintah dan negara untuk masyarakat yang membutuhkan. Mari jaga amanah ini dengan baik," tegasnya.
Pemkab Abdya melalui instansi terkait, lanjut Zaman Akli, akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan bantuan di lapangan. Pengawasan tersebut diarahkan agar sarana yang diterima benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap dukungan melalui jalur aspirasi legislatif dapat terus berlanjut dan memperkuat kerja sama dalam pembangunan sektor perikanan Abdya.
"Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sejak verifikasi calon penerima hingga pengawalan program ini sampai ke tangan masyarakat," pungkasnya.
![]() |
| Wakil Bupati Abdya Zaman Akli bersama nelayan penerima bantuan alat tangkap ikan/foto/ist |
ABDYA - Bantuan tersebut disalurkan oleh Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham. Penyerahan secara simbolis dihadiri Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, S.Sos., M.M., Sekretaris DPC PDI-P Abdya Lutfi Manfalutsi, Panglima Laot Abdya T. Indra Kusuma (Acek Muntir), Kabid Alat Tangkap DKP Abdya, jajaran penyuluh perikanan, serta nelayan penerima manfaat.
Adapun bantuan yang diterima kelompok nelayan berupa jaring insang dan peralatan pancing lengkap. Sarana tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus membantu meningkatkan hasil tangkapan.
Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyampaikan penghargaan kepada Jamaluddin Idham karena telah memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir melalui dukungan bantuan tersebut.
Menurutnya, bantuan itu bukan sekadar penyerahan peralatan, tetapi bagian dari perhatian terhadap keberlangsungan mata pencaharian nelayan di Abdya.
"Kita memahami bahwa menjadi nelayan bukanlah pekerjaan yang ringan. Setiap kali melaut, ada keberanian, ketekunan, ikhtiar, bahkan risiko yang harus dihadapi. Ketika pemerintah dan DPR RI hadir melalui bantuan sarana-prasarana, sesungguhnya kita sedang memperkuat mata pencaharian masyarakat agar roda ekonomi keluarga nelayan terus bergerak," ujar Zaman Akli dalam sambutannya.
Ia menyebut Abdya mempunyai potensi kelautan yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan peralatan, teknologi, permodalan, serta kerja sama antarlembaga agar dapat dikembangkan secara maksimal.
Zaman Akli juga menyinggung keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Abdya. Karena itu, pembangunan sektor perikanan menurutnya membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI.
"APBK kita memiliki keterbatasan. Pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan anggaran daerah. Kita membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan dukungan dari jalur aspirasi legislatif DPR-RI Komisi IV," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Zaman Akli meminta kelompok penerima menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan. Peralatan tersebut juga diharapkan digunakan secara bersama-sama untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan.
Ia mengingatkan penerima agar tidak mengalihkan maupun memperjualbelikan bantuan hibah yang berasal dari pemerintah.
"Saya perlu mengingatkan bahwa bantuan hibah maupun bantuan yang bersumber dari aspirasi ini bukan untuk diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain. Bantuan ini adalah amanah pemerintah dan negara untuk masyarakat yang membutuhkan. Mari jaga amanah ini dengan baik," tegasnya.
Pemkab Abdya melalui instansi terkait, lanjut Zaman Akli, akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan bantuan di lapangan. Pengawasan tersebut diarahkan agar sarana yang diterima benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap dukungan melalui jalur aspirasi legislatif dapat terus berlanjut dan memperkuat kerja sama dalam pembangunan sektor perikanan Abdya.
"Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sejak verifikasi calon penerima hingga pengawalan program ini sampai ke tangan masyarakat," pungkasnya.


