Haba Nanggroe

HABA NANGGROE
Memuat...

Iklan

terkini

Ikan Langka di Abdya, Nelayan Terkendala Cuaca hingga BBM

Fitriadi
8/11/26, 11:51 WIB Last Updated 2026-08-11T04:51:14Z
Pasokan ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menurun dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca ekstrem yang membuat nelayan menghentikan aktivitas melaut, selain persoalan rumpon liar, keterbatasan solar subsidi, dan fasilitas pelabuhan.

Nelayan menunjukkan kebutuhan pelabuhan layak sandar dan tambahan kuota BBM solar bersubsidi di Abdya/foto/Ilustrasi, Gemini

ABDYA - Panglima Laot Kabupaten Abdya, T. Indra Kusuma atau Acek Muntir, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2026) malam. Ia menyebut kelangkaan ikan berlangsung sejak 1 hingga 8 Agustus 2026.

"Iya benar, ada kelangkaan ikan sejak sepekan terakhir ini, mulai dari tanggal 1 sampai 8 Agustus 2026. Hal ini terutama disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem seperti angin badai di tengah lautan, sehingga boat-boat nelayan harus merapat dan berlindung ke pulau terdekat," ujar Acek Muntir.

Menurutnya, situasi tersebut membuat aktivitas penangkapan ikan sempat terhenti. Namun, keadaan mulai membaik setelah sebagian nelayan kembali melaut seiring kondisi cuaca yang berangsur pulih.

Selain cuaca, minimnya hasil tangkapan juga dikaitkan dengan pemasangan rumpon liar oleh armada kapal dari luar daerah. Kapal-kapal tersebut disebut berasal dari Jakarta, Sibolga, hingga Banda Aceh dan memasang rumpon sampai sekitar 300 mil dari bibir pantai.

"Rumpon-rumpon ini sudah seperti pagar di laut. Akibat terlalu banyaknya rumpon, ikan yang seharusnya masuk ke perairan Abdya terkuras habis oleh boat-boat dari luar daerah tersebut," jelasnya.

Persoalan lain yang dihadapi nelayan lokal adalah terbatasnya ketersediaan BBM jenis solar bersubsidi. Di tengah kondisi itu, jumlah armada tangkap di Abdya disebut terus bertambah setiap tahun, sedangkan kuota solar subsidi dari Pertamina belum mengalami penambahan.

"Kebutuhan BBM solar subsidi sangat terbatas, sementara jumlah boat nelayan makin hari makin bertambah. Kondisi ini sangat mempengaruhi aktivitas nelayan sehari-hari dalam melaut," ungkap Acek Muntir.

Dari sisi fasilitas, ia menilai infrastruktur pelabuhan di Abdya belum memadai dibandingkan daerah tetangga. Salah satu lokasi yang diharapkan dapat dibangun menjadi pelabuhan sandar adalah kompleks TPI Susoh.

"Harapan kami ada pelabuhan yang layak sandar, salah satunya di kompleks TPI Susoh, seperti pelabuhan sandar yang ada di Aceh Selatan. Bahkan di sana, satu Kecamatan bisa punya dua pelabuhan yang layak sandar. Sementara kita di sini setiap tahun rajin membayar pajak boat, tapi belum punya pelabuhan yang layak," kritiknya.

Acek Muntir berharap pemerintah dan pemangku kepentingan terkait mengambil langkah konkret untuk menangani berbagai kendala tersebut. Pihak yang diharapkan terlibat antara lain Pemerintah Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, DPR RI, DPRA, Pertamina, serta Panglima Laot Provinsi Aceh.

"Mudah-mudahan Pak Gubernur Aceh, DPR, Panglima Laot Provinsi Aceh, serta Dinas Kelautan Aceh ada perhatian khusus terhadap nelayan di Kabupaten Abdya, terutama dengan membangun pelabuhan sandar di Ujong Serangga Susoh. Karena nelayan Abdya juga ingin bahagia dan sejahtera seperti nelayan daerah lain di Aceh," ucapnya.

Selain meminta perhatian terhadap sarana dan kebutuhan operasional, Acek Muntir mengingatkan nelayan lokal agar menjaga ekosistem laut. Ia mengimbau nelayan tidak menggunakan pukat harimau maupun racun potasium yang dapat merusak terumbu karang serta mematikan benih ikan.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ikan Langka di Abdya, Nelayan Terkendala Cuaca hingga BBM

Terkini

Iklan Advertica