LIVE
HABA NANGGROE
Populer
HABA NANGGROE
FAKTUAL
HABA NANGGROE
Trending
HABA NANGGROE

BENER BIRU DONGKER

NEWS
📰
Baca Berita Terverifikasi
Cepat, Akurat & Terpercaya
Berita Aceh Terkini
Baca Berita Terverifikasi
★★★★★ Gratis
Install

Haba Nanggroe

Iklan

terkini

Berawal dari Nol, Peternak Lele Abdya Kini Rutin Suplai Kebutuhan MBG

Fitriadi
8/02/26, 20:22 WIB Last Updated 2026-08-02T13:22:16Z
Hasan (39), peternak lele asal Desa Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berhasil mengembangkan usaha budidaya lele Sangkuriang hingga rutin memasok kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), setelah menekuni usaha tersebut selama sekitar satu tahun delapan bulan.

Hasan menunjukkan kolam budidaya lele Sangkuriang yang memasok kebutuhan dapur MBG Abdya/foto/ist

TANGAN - TANGAN - Memulai usaha dari tahap awal, Hasan kini mampu mengelola budidaya secara lebih teratur. Dalam satu siklus produksi, ia menebar sekitar 15.000 bibit lele. Saat panen, hasil yang diperoleh mencapai sekitar 800 kilogram lele siap konsumsi dengan ukuran rata-rata 10 hingga 12 ekor per kilogram.

Lele hasil budidayanya dipasarkan dengan harga berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Selama ini, penjualan dilakukan langsung di lokasi kolam, di mana pelanggan datang memesan sekaligus mengambil hasil panen.

"Dulu awal memulai ternak lele Sangkuriang ini, saya sempat lumayan kewalahan memikirkan pemasaran karena peminatnya masih sepi. Tapi seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai banyak yang suka," ungkap Hasan, Minggu (2/8/2026), di lokasi kolam miliknya.

Untuk memenuhi kebutuhan budidaya, Hasan masih mendatangkan bibit unggul dari Medan, Sumatera Utara. Menurutnya, biaya pengiriman menjadi tantangan karena pemesanan harus dilakukan dalam jumlah besar agar lebih efisien.

Menghadapi kondisi tersebut, Hasan mulai mempelajari teknik pemijahan secara mandiri. Langkah itu ditempuh agar kebutuhan bibit dapat dipenuhi dari daerah sendiri tanpa bergantung pada pasokan luar.

"Kalau kita sudah bisa memproduksi bibit sendiri, kita tidak perlu jauh-jauh lagi pesan ke Medan. Cukup dipenuhi dari tempat kita saja," tutur Hasan optimistis.

Dalam mengembangkan usahanya, Hasan memanfaatkan kolam beton dan kolam terpal plastik. Penggunaan kolam terpal dipilih karena lebih praktis dan ekonomis dibandingkan kolam tanah yang membutuhkan proses penggalian.

Permintaan pasar yang terus meningkat, termasuk pasokan rutin untuk dapur MBG, mendorong Hasan berencana memperluas usaha. Ia berharap memperoleh tambahan modal agar dapat membangun beberapa kolam baru sehingga kapasitas produksi dapat meningkat pada masa mendatang.

TOPIK TERKAIT

Pilihan Untukmu
Memuat berita...
↗ BACA JUGA Loading...
REFERENSI REDAKSI
✓
Fakta Terverifikasi
Konten telah diverifikasi melalui proses fact-check sesuai standar jurnalistik
🛡️
Catatan Editor:
Seluruh informasi yang disajikan telah melalui verifikasi lapangan demi menjaga akurasi dan independensi pemberitaan.
PUBLIC DISCUSSION
Join the conversation on today's public issues. Share your views clearly and let your voice be heard. (Note: All comments are the sole responsibility of their respective authors.)
🕒 Waktu & Data Lokal
--:--:-- WIB
Sabtu, 17 Oktober 2026 • GMT+7
🌙 6 Jumadil Awal 1448 H • KHGT
JADWAL SHOLAT ACEH BARAT DAYA
🌙 Subuh 05:01
🌅 Maghrib 18:21
☀️ Dzuhur 12:22
🌙 Isya 19:30
⛅ Ashar 15:37
⏰ Imsak 04:51
Sumber: bimasislam.kemenag.go.id • Metode MABIMS
  • Berawal dari Nol, Peternak Lele Abdya Kini Rutin Suplai Kebutuhan MBG

Terkini

Iklan Advertica

Close X
X
Baca Juga

Memuat...