Haba Nanggroe

HABA NANGGROE
Memuat...

Iklan

terkini

Pemkab Abdya Siapkan Rp1,5 Miliar Kembangkan Kopi, Sasar 120 Hektare di Dua Kecamatan

Fitriadi
7/20/26, 08:08 WIB Last Updated 2026-07-20T01:08:17Z
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pengembangan kopi di Kecamatan Tangan-Tangan dan Lembah Sabil. Program yang diumumkan Bupati Safaruddin, Minggu (19/7/2026), diarahkan sebagai upaya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi petani.

Bupati Safaruddin menghadiri workshop pengembangan kopi bersama petani dan pemangku kepentingan di Abdya/foto/ist

BLANGPIDIE - Komitmen tersebut disampaikan Safaruddin saat menghadiri Workshop Kopi bertema Pemasaran Kopi dan Pelatihan Menjadi Petani Kopi Muda Aceh Barat Daya yang diselenggarakan MUSI di Jamboe Drien, Blangpidie.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin menjelaskan pemerintah daerah tengah menjalankan program pengembangan dua komoditas unggulan, yakni kopi robusta dan nilam. Program tersebut diawali di wilayah Tangan-Tangan serta Lembah Sabil.

"Kita sedang punya program dua komoditi unggulan, bantuan bibit kopi robusta dan juga bibit nilam. Nilainya Rp1,5 miliar lebih kurang itu kita coba di wilayah Tangan-Tangan dan Lembah Sabil," kata Safaruddin.

Ia menyebut pola bantuan kali ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bibit. Pemerintah juga akan mendampingi petani sejak penyiapan lahan, proses penanaman, hingga memastikan hasil panen memiliki akses pemasaran.

Selain itu, pemerintah daerah berencana mendukung kebutuhan infrastruktur menuju kawasan produksi agar pengembangan kopi berlangsung dari tahap budidaya hingga pemasaran.

"Pemerintah nanti akan mengupayakan bukan hanya kasih bibit, tapi juga akses jalannya. Dari hulu sampai hilirnya kita selesaikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Hendri Yadi, mengatakan anggaran tersebut berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Dana itu dialokasikan untuk pengadaan bibit kopi yang akan ditanam pada lahan sekitar 120 hektare.

Menurut Hendri, pelaksanaan program tahun ini diprioritaskan di Kecamatan Tangan-Tangan dan Lembah Sabil. Sementara perluasan ke Blangpidie, Setia, dan kecamatan lainnya direncanakan mulai tahun depan.

Ia menjelaskan penanaman menggunakan pola parsial sehingga dapat dilakukan di lahan yang telah ditumbuhi tanaman pelindung tanpa mengganggu komoditas yang sudah ada.

"Tanaman kopi bisa ditanam menggunakan pola parsial, yaitu ditanam di lahan yang sudah ada tanaman pelindung seperti durian, jengkol dan tanaman perkebunan lainnya," kata Hendri.

Hendri menambahkan penerapan pola tersebut juga mempertimbangkan kondisi lahan di lapangan yang belum seluruhnya tersedia dalam satu hamparan luas.

"Karena setelah kita cek ke lapangan, paling ada 30 persen hamparan. Sementara kita butuh 120 hektare," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) sekaligus praktisi kopi, Dedy Darmansyah, menilai Abdya memiliki peluang mengembangkan kopi robusta karena sesuai dengan kondisi wilayah. Ia juga mendorong pemerintah mempertimbangkan pengembangan kopi liberika yang dinilai memiliki prospek pasar.

"Dalam kompetisi barista di Kanada itu yang menang liberika. Malaysia sudah duluan, kita yang punya potensi jangan sampai ketinggalan," ujarnya.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemkab Abdya Siapkan Rp1,5 Miliar Kembangkan Kopi, Sasar 120 Hektare di Dua Kecamatan

Terkini

Iklan Advertica