Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyiapkan perubahan nama 9 ruas jalan di kawasan Blangpidie menjadi nama tokoh daerah. Rencana itu disampaikan Bupati Safaruddin, Sabtu (18/7/2026), dan saat ini masih memasuki tahap persiapan.
BLANGPIDIE - Bupati Safaruddin mengatakan pergantian nama jalan dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang dinilai berjasa dalam perjalanan sejarah lahirnya Kabupaten Abdya. Salah satu ruas yang akan berubah Jalan Bukit Hijau atau jalan dua jalur menuju kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten.
"Jalan dua jalur utama menuju pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya yang semula bernama Jalan Bukit Hijau akan diganti menjadi Jalan H. Muji Budiman," kata Safaruddin saat peluncuran Hope Coffee di Gampong Keude Paya.
Rencana tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi. Ia membenarkan adanya agenda pergantian nama jalan, namun menegaskan kebijakan tersebut belum ditetapkan.
"Masih rencana dan dalam proses persiapan," kata Rahwadi melalui pesan WhatsApp, Senin (20/7/2026).
Rahwadi menjelaskan, perubahan nama jalan akan mencakup sejumlah Gampong, yakni Keude Paya, Pasar Blangpidie, Keude Siblah, Meudang Ara, Geulumpang Payong, dan Kuta Tuha.
Berdasarkan daftar yang disiapkan, Jalan Central di Pasar Blangpidie akan menjadi Jalan Abusyech Mud. Jalan Cot Stui di Keude Siblah direncanakan berganti menjadi Jalan Tgk. Mohd. Syam Marfali, sedangkan Jalan Trienggadeng di Meudang Ara menjadi Jalan Ustadz Mahdi.
Selanjutnya, Jalan Pahlawan akan berubah menjadi Jalan Teuku Peukan. Jalan Lhung Angin direncanakan berganti menjadi Jalan Tgk. Abd. Rahman Badar, Jalan Perdagangan menjadi Jalan Tgk. Abdul Hamid Kamal, Jalan Irian menjadi Jalan Saleh Kapa, serta Jalan Pulo Hantu menjadi Jalan Biyana Kamal.
Meski demikian, beberapa ruas tidak masuk dalam daftar perubahan. Jalan Lukman di Meudang Ara, Jalan Kesehatan di Kuta Tuha, Jalan Pendidikan di Meudang Ara, dan Jalan Persada di Keude Siblah tetap menggunakan nama yang berlaku saat ini.
Rahwadi menambahkan, penggunaan nama tokoh tersebut belum bersifat final. Pemerintah daerah akan membahasnya bersama ahli waris untuk memperoleh persetujuan, kemudian menyosialisasikan rencana itu kepada masyarakat sebelum ditetapkan.
"Penggunaan nama-nama tersebut akan dibahas terlebih dahulu bersama ahli waris untuk meminta persetujuan, sekaligus menentukan nama yang akan digunakan. Setelah itu, rencana tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat guna memperoleh masukan, saran, dan pendapat sebelum ditetapkan," katanya.
![]() |
| Daftar rencana perubahan nama sembilan ruas jalan di kawasan Blangpidie Kabupaten Abdya/foto/ist |
BLANGPIDIE - Bupati Safaruddin mengatakan pergantian nama jalan dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang dinilai berjasa dalam perjalanan sejarah lahirnya Kabupaten Abdya. Salah satu ruas yang akan berubah Jalan Bukit Hijau atau jalan dua jalur menuju kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten.
"Jalan dua jalur utama menuju pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya yang semula bernama Jalan Bukit Hijau akan diganti menjadi Jalan H. Muji Budiman," kata Safaruddin saat peluncuran Hope Coffee di Gampong Keude Paya.
Rencana tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi. Ia membenarkan adanya agenda pergantian nama jalan, namun menegaskan kebijakan tersebut belum ditetapkan.
"Masih rencana dan dalam proses persiapan," kata Rahwadi melalui pesan WhatsApp, Senin (20/7/2026).
Rahwadi menjelaskan, perubahan nama jalan akan mencakup sejumlah Gampong, yakni Keude Paya, Pasar Blangpidie, Keude Siblah, Meudang Ara, Geulumpang Payong, dan Kuta Tuha.
Berdasarkan daftar yang disiapkan, Jalan Central di Pasar Blangpidie akan menjadi Jalan Abusyech Mud. Jalan Cot Stui di Keude Siblah direncanakan berganti menjadi Jalan Tgk. Mohd. Syam Marfali, sedangkan Jalan Trienggadeng di Meudang Ara menjadi Jalan Ustadz Mahdi.
Selanjutnya, Jalan Pahlawan akan berubah menjadi Jalan Teuku Peukan. Jalan Lhung Angin direncanakan berganti menjadi Jalan Tgk. Abd. Rahman Badar, Jalan Perdagangan menjadi Jalan Tgk. Abdul Hamid Kamal, Jalan Irian menjadi Jalan Saleh Kapa, serta Jalan Pulo Hantu menjadi Jalan Biyana Kamal.
Meski demikian, beberapa ruas tidak masuk dalam daftar perubahan. Jalan Lukman di Meudang Ara, Jalan Kesehatan di Kuta Tuha, Jalan Pendidikan di Meudang Ara, dan Jalan Persada di Keude Siblah tetap menggunakan nama yang berlaku saat ini.
Rahwadi menambahkan, penggunaan nama tokoh tersebut belum bersifat final. Pemerintah daerah akan membahasnya bersama ahli waris untuk memperoleh persetujuan, kemudian menyosialisasikan rencana itu kepada masyarakat sebelum ditetapkan.
"Penggunaan nama-nama tersebut akan dibahas terlebih dahulu bersama ahli waris untuk meminta persetujuan, sekaligus menentukan nama yang akan digunakan. Setelah itu, rencana tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat guna memperoleh masukan, saran, dan pendapat sebelum ditetapkan," katanya.


