Iklan

terkini

Lapak dan Parkir Semrawut, Aktivitas Nelayan di PPI Ujong Serangga Terganggu

Fitriadi
Kamis, 25 Juni 2026, 21.50.00 WIB Last Updated 2026-06-25T14:50:57Z
Warga dan nelayan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh segera menata area pelabuhan karena keberadaan lapak dan parkir tidak tertib dinilai menghambat aktivitas perikanan, Kamis (25/6/2026).

Kendaraan dan aktivitas warga memadati kawasan PPI Ujong Serangga/foto/ist

SUSOH - Meningkatnya jumlah kios dan warung kecil di sekitar PPI Ujong Serangga memicu keluhan dari nelayan dan warga setempat. Mereka menilai kondisi kawasan pelabuhan ikan tersebut semakin padat sehingga mengganggu kelancaran kegiatan yang berkaitan dengan bongkar muat dan distribusi hasil tangkapan.

Seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, situasi di lapangan saat ini jauh dari tertata. Menurutnya, kendaraan pengangkut kebutuhan operasional nelayan sering mengalami kesulitan saat keluar masuk kawasan pelabuhan.

“Kalau tidak ditata dengan baik, aktivitas nelayan jadi terganggu. Mobil pengangkut es susah masuk, begitu juga saat hasil tangkapan dibawa keluar dari PPI,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Selain keberadaan lapak, persoalan parkir kendaraan roda dua juga disebut menjadi penyebab menyempitnya akses di dalam kawasan PPI. Sejumlah sepeda motor diparkir di lokasi yang tidak semestinya sehingga menghambat pergerakan kendaraan operasional.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Susoh Teuku Nasrul menyatakan penanganan kawasan PPI perlu segera dilakukan. Namun, ia menjelaskan pengelolaan fasilitas tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh.

“PPI Ujong Serangga itu di bawah provinsi. Rencana kami akan berkoordinasi dulu dengan koordinatornya. Setelah itu, Muspika akan bekerja sama untuk menertibkan area tersebut agar lebih nyaman, baik bagi pengguna maupun pengunjung,” kata Nasrul.

Di sisi lain, Koordinator PPI Ujong Serangga Susoh, Kayyis Afif Mussawir, menyebut pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menyampaikan surat teguran kepada pengelola lapak dan area parkir agar dilakukan penataan.

“Kami sudah memberikan surat teguran kepada pihak pengelola lapak dan lahan parkir agar dilakukan penertiban,” kata Kayyis.

Menurutnya, pihak ketiga yang mengelola lapak telah mulai melakukan pembenahan. Meski demikian, proses tersebut belum berjalan maksimal karena masih terdapat kendala di lapangan.

“Laporan dari pengelola lapak, masyarakatnya memang masih enggan untuk dibenahi,” ujarnya.

Kayyis juga memastikan pengelola lapak memiliki dasar kerja sama resmi dengan DKP Provinsi Aceh. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terbaru yang masuk terkait persoalan tersebut, namun pihaknya siap mengambil tindakan lanjutan apabila keluhan terus berlanjut.

“Ke depan, jika ada keluhan lagi, saya akan coba bekerja sama dengan Polairud, Angkatan Laut, dan Panglima Laot untuk pembenahan lokasi,” kata dia.

Sementara itu, Panglima Laot Kabupaten Abdya, T. Indra Kusuma alias Achek Muntir, menilai aktivitas perdagangan di sekitar kawasan PPI tetap dapat berjalan selama ditata secara baik. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang, nelayan, dan pengunjung.

“Pedagang boleh berjualan, nelayan juga harus tetap nyaman bekerja. Pengunjung pun harus merasa aman dan nyaman saat datang ke PPI Ujong Serangga,” ujarnya.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lapak dan Parkir Semrawut, Aktivitas Nelayan di PPI Ujong Serangga Terganggu

Terkini

Iklan