Tim gabungan menemukan satu dari dua remaja putri yang hilang terseret ombak di Pantai Ujong Manggeng, Gampong Lhok Pawoh, Manggeng, Selasa (30/6/2026) pagi. Korban ditemukan meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
![]() |
Warga dan petugas berjaga di Pantai Ujong Manggeng, Lhok Pawoh, Manggeng, saat proses pencarian dua remaja yang terseret ombak/foto/ist |
MANGGENG - Jasad korban pertama ditemukan warga bersama nelayan sekitar pukul 09.00 WIB di area muara Ujong Manggeng.
Keuchik Gampong Lhok Pawoh, Amiruddin, mengonfirmasi temuan tersebut.
"Iya benar satu orang korban telah ditemukan. Korban atas nama Aida (12), warga Gampong Blangpadang, Kecamatan Tangan-Tangan," ujar Amir, saat dikonfirmasi, Selasa (30/6) siang.
Ia menyebut, proses penemuan dibantu masyarakat dan nelayan yang ikut menyisir pantai.
"Jasad korban ditemukan di kawasan kuala pasie Ujong Manggeng," sebut Amir.
Untuk mempercepat pencarian, pihak Gampong berkoordinasi dengan Panglima Laot setempat sejak malam sebelumnya.
"Hasil duduk bersama dengan panglima Laot, ada lima boat besar dan lima boat Kecil yang kita turunkan guna melakukan pencarian kedua korban," ujarnya.
Operasi pencarian juga melibatkan BPBK Abdya melalui Tim SAR, Tagana, personel Satpolairud Polres Abdya, dan warga. Jenazah Aida sudah dievakuasi tim gabungan.
Satu korban lain bernama Maida Fitri (12) dari Desa Ladang Panah, Manggeng, belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.
Kronologi Awal Kejadian
Peristiwa terjadi Senin (29/6) sekitar pukul 15.15 WIB. Dua remaja tersebut terseret arus saat mandi di Pantai Ujong Manggeng.
Kedua korban adalah Aida (14) warga Desa Blang Padang, Tangan-Tangan, dan Maida Fitri (12) asal Desa Ladang Panah yang berdomisili di Kuala Batee.
Amiruddin menjelaskan, korban bersama keluarga datang untuk liburan di pantai.
"Satu keluarga itu datang untuk mandi-mandi. Kemudian tiba-tiba ditarik arus ombak gelombang. Sempat ditolong oleh ayah korban, namun (arus terlalu kuat sehingga) tidak mampu terselamatkan," ujar Amiruddin.
Hal senada disampaikan Keuchik Ladang Panah M. Yani dan Keuchik Blang Padang. Mereka menyebut gelombang datang mendadak dan menyeret korban ke tengah laut.
Ayah korban sempat berusaha menolong, namun gagal karena arus kuat. Setelah itu ia meminta bantuan warga dan melapor ke petugas sekitar pukul 15.20 WIB.
Pencarian Terus Dilakukan
Tim gabungan terus menyisir pantai dan titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ombak selatan yang masih besar.
Pihak berwenang mengimbau pengunjung pantai untuk berhati-hati.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi gelombang dan selalu mengutamakan keselamatan saat berada di perairan.
Keuchik Gampong Lhok Pawoh, Amiruddin, mengonfirmasi temuan tersebut.
"Iya benar satu orang korban telah ditemukan. Korban atas nama Aida (12), warga Gampong Blangpadang, Kecamatan Tangan-Tangan," ujar Amir, saat dikonfirmasi, Selasa (30/6) siang.
Ia menyebut, proses penemuan dibantu masyarakat dan nelayan yang ikut menyisir pantai.
"Jasad korban ditemukan di kawasan kuala pasie Ujong Manggeng," sebut Amir.
Untuk mempercepat pencarian, pihak Gampong berkoordinasi dengan Panglima Laot setempat sejak malam sebelumnya.
"Hasil duduk bersama dengan panglima Laot, ada lima boat besar dan lima boat Kecil yang kita turunkan guna melakukan pencarian kedua korban," ujarnya.
Operasi pencarian juga melibatkan BPBK Abdya melalui Tim SAR, Tagana, personel Satpolairud Polres Abdya, dan warga. Jenazah Aida sudah dievakuasi tim gabungan.
Satu korban lain bernama Maida Fitri (12) dari Desa Ladang Panah, Manggeng, belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.
Kronologi Awal Kejadian
Peristiwa terjadi Senin (29/6) sekitar pukul 15.15 WIB. Dua remaja tersebut terseret arus saat mandi di Pantai Ujong Manggeng.
Kedua korban adalah Aida (14) warga Desa Blang Padang, Tangan-Tangan, dan Maida Fitri (12) asal Desa Ladang Panah yang berdomisili di Kuala Batee.
Amiruddin menjelaskan, korban bersama keluarga datang untuk liburan di pantai.
"Satu keluarga itu datang untuk mandi-mandi. Kemudian tiba-tiba ditarik arus ombak gelombang. Sempat ditolong oleh ayah korban, namun (arus terlalu kuat sehingga) tidak mampu terselamatkan," ujar Amiruddin.
Hal senada disampaikan Keuchik Ladang Panah M. Yani dan Keuchik Blang Padang. Mereka menyebut gelombang datang mendadak dan menyeret korban ke tengah laut.
Ayah korban sempat berusaha menolong, namun gagal karena arus kuat. Setelah itu ia meminta bantuan warga dan melapor ke petugas sekitar pukul 15.20 WIB.
Pencarian Terus Dilakukan
Tim gabungan terus menyisir pantai dan titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ombak selatan yang masih besar.
Pihak berwenang mengimbau pengunjung pantai untuk berhati-hati.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi gelombang dan selalu mengutamakan keselamatan saat berada di perairan.


