Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai memperbaiki ruas Jalan Selamat di Kota Blangpidie yang rusak dan dinilai membahayakan pengendara. Penanganan sementara itu dilakukan dengan metode tambal sulam sambil menunggu perbaikan fisik permanen.
BLANGPIDIE - Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Abdya, Darma Musliandi, mengatakan pekerjaan difokuskan pada bagian jalan yang kerusakannya paling mengganggu kelancaran lalu lintas. Menurut dia, penanganan awal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan di kawasan dengan mobilitas harian yang tinggi.
“Perbaikan kita fokuskan pada ruas jalan yang tingkat kerusakannya dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas,” kata Darma, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, tambal sulam dipilih sebagai langkah sementara agar ruas jalan tetap aman dilalui sebelum penanganan menyeluruh dilakukan. Pekerjaan itu mencakup pembersihan lubang, pengisian material aspal, hingga pemadatan agar permukaan jalan kembali lebih rata.
“Tambal sulam ini dilakukan agar jalan tetap aman dilalui sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya.
Menurut Darma, masukan masyarakat terkait kondisi Jalan Selamat menjadi perhatian pihaknya. Karena itu, Dinas PUPR Abdya bergerak melakukan perbaikan pada titik-titik yang rusaknya dinilai cukup mengganggu arus kendaraan di pusat Kota Blangpidie.
Ia mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan. Dukungan warga juga diharapkan agar upaya pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik.
Darma menilai perbaikan jalan tersebut penting karena Jalan Selamat merupakan salah satu jalur padat di pusat Kabupaten. Selain dipakai masyarakat setiap hari, ruas itu juga berada di kawasan perdagangan yang aktivitasnya cukup tinggi.
“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Semoga dengan adanya proses perbaikan jalan ini bisa melancarkan perekonomian dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan,” ucap Darma.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan lanjutan pada ruas tersebut. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik pada Jalan Selamat ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
“Insya Allah, tahun ini juga ada pengerjaan fisiknya, kalau tidak ada kendala, bulan delapan tahun ini akan dikerjakan,” pungkasnya.
Sejumlah titik di Jalan Selamat selama ini dikeluhkan warga karena rusaknya berulang kali. Kondisi badan jalan tidak hanya berlubang, tetapi juga mengalami retakan dan dipenuhi kerikil serta pasir yang berisiko memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Kerusakan serupa juga terlihat di tikungan perempatan menuju Jalan Selamat dan kawasan Simpang Cerana arah Jalan Perdagangan. Saat hujan turun, lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air sehingga menyulitkan pengendara untuk memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Meski sebelumnya pernah dilakukan penanganan dengan tambal sulam menggunakan aspal maupun semen, kerusakan di ruas tersebut disebut kembali muncul dalam waktu relatif singkat. Karena itu, masyarakat berharap perbaikan fisik yang direncanakan tahun ini benar-benar terealisasi agar jalur utama di pusat Kota Blangpidie kembali layak dan aman dilintasi.
![]() |
| Petugas memperbaiki ruas Jalan Selamat Blangpidie yang rusak dengan tambal sulam/foto/ist |
BLANGPIDIE - Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Abdya, Darma Musliandi, mengatakan pekerjaan difokuskan pada bagian jalan yang kerusakannya paling mengganggu kelancaran lalu lintas. Menurut dia, penanganan awal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan di kawasan dengan mobilitas harian yang tinggi.
“Perbaikan kita fokuskan pada ruas jalan yang tingkat kerusakannya dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas,” kata Darma, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, tambal sulam dipilih sebagai langkah sementara agar ruas jalan tetap aman dilalui sebelum penanganan menyeluruh dilakukan. Pekerjaan itu mencakup pembersihan lubang, pengisian material aspal, hingga pemadatan agar permukaan jalan kembali lebih rata.
“Tambal sulam ini dilakukan agar jalan tetap aman dilalui sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya.
Menurut Darma, masukan masyarakat terkait kondisi Jalan Selamat menjadi perhatian pihaknya. Karena itu, Dinas PUPR Abdya bergerak melakukan perbaikan pada titik-titik yang rusaknya dinilai cukup mengganggu arus kendaraan di pusat Kota Blangpidie.
Ia mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan. Dukungan warga juga diharapkan agar upaya pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik.
Darma menilai perbaikan jalan tersebut penting karena Jalan Selamat merupakan salah satu jalur padat di pusat Kabupaten. Selain dipakai masyarakat setiap hari, ruas itu juga berada di kawasan perdagangan yang aktivitasnya cukup tinggi.
“Masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Semoga dengan adanya proses perbaikan jalan ini bisa melancarkan perekonomian dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan,” ucap Darma.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan lanjutan pada ruas tersebut. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik pada Jalan Selamat ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026.
“Insya Allah, tahun ini juga ada pengerjaan fisiknya, kalau tidak ada kendala, bulan delapan tahun ini akan dikerjakan,” pungkasnya.
Sejumlah titik di Jalan Selamat selama ini dikeluhkan warga karena rusaknya berulang kali. Kondisi badan jalan tidak hanya berlubang, tetapi juga mengalami retakan dan dipenuhi kerikil serta pasir yang berisiko memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Kerusakan serupa juga terlihat di tikungan perempatan menuju Jalan Selamat dan kawasan Simpang Cerana arah Jalan Perdagangan. Saat hujan turun, lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air sehingga menyulitkan pengendara untuk memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Meski sebelumnya pernah dilakukan penanganan dengan tambal sulam menggunakan aspal maupun semen, kerusakan di ruas tersebut disebut kembali muncul dalam waktu relatif singkat. Karena itu, masyarakat berharap perbaikan fisik yang direncanakan tahun ini benar-benar terealisasi agar jalur utama di pusat Kota Blangpidie kembali layak dan aman dilintasi.


