Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (17/7/2026), kembali menyalurkan santunan pendidikan kepada 196 anak yatim senilai Rp161 juta. Bantuan berasal dari hasil pengelolaan kebun sawit yatim produktif yang dikelola secara profesional dan mandiri.
BLANGPIDIE - PDM Abdya kembali merealisasikan program santunan pendidikan bagi anak yatim di berbagai Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya. Dana bantuan tersebut merupakan hasil pengelolaan kebun sawit yatim produktif sepanjang tahun 2026 yang dikelola Muhammadiyah sebagai aset pemberdayaan umat.
Koordinator PDM Abdya, Drs. Ramli Bahar, mengatakan pada tahun 2026 Muhammadiyah menyalurkan santunan pendidikan kepada 196 anak yatim dengan total anggaran mencapai Rp161 juta.
"Ini adalah wujud nyata gerakan teologi Al-Ma'un. Muhammadiyah tidak ingin sekadar mengimbau, melainkan membuktikan bahwa melalui optimalisasi aset umat yang produktif, persyarikatan mampu mendampingi kelangsungan pendidikan generasi penerus kita secara mandiri," ujar Ramli Bahar kepada media, Jumat (17/7/2026).
Menurut Ramli, besaran santunan disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima manfaat agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara proporsional.
"Untuk TK/RA Rp 500.000/anak, SD/MI/Sederajat) Rp 700.000/anak, SMP/MTs/Sederajat) Rp 900.000/anak, dan untuk jenjang SMA/MA/SMK/Sederajat) Rp 1.000.000 /anak," katanya.
Ketua PDM Abdya, Nazli Hasan, menjelaskan proses penyaluran dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran. Pelaksanaan distribusi didelegasikan kepada struktur organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting sesuai domisili penerima.
"Penyaluran dana santunan ini dilakukan langsung oleh masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Abdya sesuai dengan domisili penerima," jelas Nazli.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Abdya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak yatim melalui pemanfaatan aset produktif yang dikelola secara berkelanjutan.
![]() |
| PDM Abdya menyerahkan santunan pendidikan kepada anak yatim di tingkat kecamatan setempat/foto/ist |
BLANGPIDIE - PDM Abdya kembali merealisasikan program santunan pendidikan bagi anak yatim di berbagai Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya. Dana bantuan tersebut merupakan hasil pengelolaan kebun sawit yatim produktif sepanjang tahun 2026 yang dikelola Muhammadiyah sebagai aset pemberdayaan umat.
Koordinator PDM Abdya, Drs. Ramli Bahar, mengatakan pada tahun 2026 Muhammadiyah menyalurkan santunan pendidikan kepada 196 anak yatim dengan total anggaran mencapai Rp161 juta.
"Ini adalah wujud nyata gerakan teologi Al-Ma'un. Muhammadiyah tidak ingin sekadar mengimbau, melainkan membuktikan bahwa melalui optimalisasi aset umat yang produktif, persyarikatan mampu mendampingi kelangsungan pendidikan generasi penerus kita secara mandiri," ujar Ramli Bahar kepada media, Jumat (17/7/2026).
Menurut Ramli, besaran santunan disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima manfaat agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan secara proporsional.
"Untuk TK/RA Rp 500.000/anak, SD/MI/Sederajat) Rp 700.000/anak, SMP/MTs/Sederajat) Rp 900.000/anak, dan untuk jenjang SMA/MA/SMK/Sederajat) Rp 1.000.000 /anak," katanya.
Ketua PDM Abdya, Nazli Hasan, menjelaskan proses penyaluran dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran. Pelaksanaan distribusi didelegasikan kepada struktur organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting sesuai domisili penerima.
"Penyaluran dana santunan ini dilakukan langsung oleh masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Abdya sesuai dengan domisili penerima," jelas Nazli.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Abdya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak yatim melalui pemanfaatan aset produktif yang dikelola secara berkelanjutan.


