Bupati Abdya, Safaruddin, mengajak masyarakat membangun ketenangan jiwa melalui rasa syukur dan menjaga shalat saat menyampaikan tausiyah subuh di Masjid Baitul Ikhlas, Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (9/6/2026).
LEMBAH SABIL - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jabatan maupun kemewahan sebagai ukuran utama kebahagiaan. Menurutnya, ketentraman hidup justru lahir dari hati yang tenang, rasa syukur, serta kedekatan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Safaruddin saat memberikan tausiyah subuh di Masjid Baitul Ikhlas, Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (9/6/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah subuh berjamaah.
Dalam tausiyahnya, Safaruddin menjelaskan bahwa banyak orang beranggapan kebahagiaan dapat diraih melalui kekuasaan dan kemewahan. Namun, pandangan tersebut tidak selalu sejalan dengan kenyataan karena ketenangan batin tidak dapat diperoleh hanya dengan materi maupun kedudukan.
"Banyak orang terjebak mengejar kemewahan dan jabatan, mengira di sana ada kebahagiaan. Padahal, kekuasaan yang tanpa arah dan hidup yang berlebih-lebihan justru sering kali mengundang gelisah. Ketentraman jiwa itu tumbuh dari hati yang merasa cukup dan dekat dengan Sang Pencipta," ujar Safaruddin.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap tersebut menjadi benteng agar seseorang tidak mudah diliputi rasa iri maupun keinginan berlebihan terhadap apa yang dimiliki orang lain.
Selain itu, Safaruddin menegaskan bahwa shalat lima waktu merupakan fondasi penting dalam membangun ketenangan hidup. Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar tidak meninggalkan kewajiban tersebut meski disibukkan berbagai urusan dunia.
Suasana tausiyah berlangsung khidmat hingga kegiatan berakhir. Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah, Safaruddin bersama Plt Sekda Abdya Amrizal, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, serta unsur terkait lainnya bersilaturahmi dengan masyarakat setempat sambil menikmati sarapan pagi dan kopi khas Manggeng.
![]() |
| Bupati Abdya Safaruddin menyampaikan tausiyah subuh di Masjid Baitul Ikhlas/foto/ist |
LEMBAH SABIL - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jabatan maupun kemewahan sebagai ukuran utama kebahagiaan. Menurutnya, ketentraman hidup justru lahir dari hati yang tenang, rasa syukur, serta kedekatan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Safaruddin saat memberikan tausiyah subuh di Masjid Baitul Ikhlas, Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (9/6/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah subuh berjamaah.
Dalam tausiyahnya, Safaruddin menjelaskan bahwa banyak orang beranggapan kebahagiaan dapat diraih melalui kekuasaan dan kemewahan. Namun, pandangan tersebut tidak selalu sejalan dengan kenyataan karena ketenangan batin tidak dapat diperoleh hanya dengan materi maupun kedudukan.
"Banyak orang terjebak mengejar kemewahan dan jabatan, mengira di sana ada kebahagiaan. Padahal, kekuasaan yang tanpa arah dan hidup yang berlebih-lebihan justru sering kali mengundang gelisah. Ketentraman jiwa itu tumbuh dari hati yang merasa cukup dan dekat dengan Sang Pencipta," ujar Safaruddin.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap tersebut menjadi benteng agar seseorang tidak mudah diliputi rasa iri maupun keinginan berlebihan terhadap apa yang dimiliki orang lain.
Selain itu, Safaruddin menegaskan bahwa shalat lima waktu merupakan fondasi penting dalam membangun ketenangan hidup. Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar tidak meninggalkan kewajiban tersebut meski disibukkan berbagai urusan dunia.
Suasana tausiyah berlangsung khidmat hingga kegiatan berakhir. Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah, Safaruddin bersama Plt Sekda Abdya Amrizal, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, serta unsur terkait lainnya bersilaturahmi dengan masyarakat setempat sambil menikmati sarapan pagi dan kopi khas Manggeng.


