Program Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula di Aceh Barat Daya disebut mulai dilirik sebagai inovasi program tingkat nasional. Bupati Safaruddin menyampaikan hal itu saat Maulid Kabupaten Abdya di halaman Masjid Agung Baitul Qhafur, Selasa (6/10/2026).
BLANGPIDIE - Safaruddin mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang telah dirasakan masyarakat selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Zaman Akli.
Ia menyampaikan perkembangan program itu dalam rangkaian sambutannya di hadapan unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat yang menghadiri Maulid Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Program yang sudah dirasakan di masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya di kegiatan Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula,” kata Safaruddin.
Menurut dia, keberlanjutan program tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam menjalankan arah pembangunan yang telah dirancang.
Safaruddin juga menyebut adanya perhatian dari pihak luar terhadap program tersebut. Ia mengatakan inovasi yang dijalankan di Abdya mulai dilirik untuk dikembangkan pada tingkat nasional.
“Insyaallah tanggal 7 besok saya diundang oleh Tribun untuk menyampaikan bagaimana program ini dirasakan dan keberlanjutannya bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Safaruddin menyampaikan sejumlah program lain yang sedang berjalan selama satu tahun tujuh bulan kepemimpinannya bersama Zaman Akli.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, pemerintah daerah menjalankan program pencetak hafiz dan hafizah. Program itu telah memasuki tahun kedua dengan penambahan 20 peserta setelah pada tahun sebelumnya juga menerima 20 peserta.
“Target kita 100 hafiz-hafizah itu tercipta di Kabupaten Aceh Barat Daya,” katanya.
Safaruddin turut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat iman dan takwa serta menumbuhkan sikap saling mencintai dan mengasihi.
Ia juga meminta tradisi Maulid yang setiap tahun dilaksanakan masyarakat Aceh tetap dijaga sebagai bagian dari kearifan lokal.
“Ini kita jadikan momentum untuk menjaga kearifan lokal masyarakat Aceh yang setiap tahun dalam peringatan Maulid selalu mengadakan kegiatan yang seperti ini,” ujarnya.
Selain program yang telah berjalan, Safaruddin menyampaikan pemerintah daerah sedang menyiapkan pembangunan infrastruktur yang lebih dirasakan masyarakat mulai 2027 hingga 2028.
Ia meminta masyarakat bersabar terhadap tahapan pembangunan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, menargetkan berbagai program dan janji kampanye dapat dituntaskan secara bertahap dalam masa kepemimpinan lima tahun.
![]() |
| Suasana makan bersama para tamu di bawah tenda pada peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Qhafur Abdya/foto/ist |
BLANGPIDIE - Safaruddin mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang telah dirasakan masyarakat selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Zaman Akli.
Ia menyampaikan perkembangan program itu dalam rangkaian sambutannya di hadapan unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat yang menghadiri Maulid Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Program yang sudah dirasakan di masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya di kegiatan Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula,” kata Safaruddin.
Menurut dia, keberlanjutan program tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam menjalankan arah pembangunan yang telah dirancang.
Safaruddin juga menyebut adanya perhatian dari pihak luar terhadap program tersebut. Ia mengatakan inovasi yang dijalankan di Abdya mulai dilirik untuk dikembangkan pada tingkat nasional.
“Insyaallah tanggal 7 besok saya diundang oleh Tribun untuk menyampaikan bagaimana program ini dirasakan dan keberlanjutannya bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Safaruddin menyampaikan sejumlah program lain yang sedang berjalan selama satu tahun tujuh bulan kepemimpinannya bersama Zaman Akli.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, pemerintah daerah menjalankan program pencetak hafiz dan hafizah. Program itu telah memasuki tahun kedua dengan penambahan 20 peserta setelah pada tahun sebelumnya juga menerima 20 peserta.
“Target kita 100 hafiz-hafizah itu tercipta di Kabupaten Aceh Barat Daya,” katanya.
Safaruddin turut mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat iman dan takwa serta menumbuhkan sikap saling mencintai dan mengasihi.
Ia juga meminta tradisi Maulid yang setiap tahun dilaksanakan masyarakat Aceh tetap dijaga sebagai bagian dari kearifan lokal.
“Ini kita jadikan momentum untuk menjaga kearifan lokal masyarakat Aceh yang setiap tahun dalam peringatan Maulid selalu mengadakan kegiatan yang seperti ini,” ujarnya.
Selain program yang telah berjalan, Safaruddin menyampaikan pemerintah daerah sedang menyiapkan pembangunan infrastruktur yang lebih dirasakan masyarakat mulai 2027 hingga 2028.
Ia meminta masyarakat bersabar terhadap tahapan pembangunan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, menargetkan berbagai program dan janji kampanye dapat dituntaskan secara bertahap dalam masa kepemimpinan lima tahun.

.png)



