LIVE
HABA NANGGROE
Populer
HABA NANGGROE
FAKTUAL
HABA NANGGROE
Trending
HABA NANGGROE

BENER BIRU DONGKER

NEWS
📰
Baca Berita Terverifikasi
Cepat, Akurat & Terpercaya
Berita Aceh Terkini
Baca Berita Terverifikasi
★★★★★ Gratis
Install

Haba Nanggroe

Iklan

terkini

Nelayan Abdya Patungan Keruk Kolam Labuh Ujung Serangga, Pemerintah Aceh Didesak Turun Tangan

Fitriadi
10/12/26, 21:03 WIB Last Updated 2026-10-12T14:03:39Z
Nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeruk kolam labuh Pelabuhan Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, menggunakan dana patungan karena pendangkalan belum tertangani tuntas. Mereka menambah durasi pekerjaan dari empat menjadi enam hari, sekaligus mendesak Pemerintah Aceh segera mengambil langkah penanganan.

Panglima Laot Abdya Achek Muntir bersama Safrizal saat ditemui wartawan di Ujung Serangga/foto/ist

SUSOH - Ketua Kelompok Masyarakat Nelayan setempat, Safrizal, mengatakan pengerukan menggunakan alat berat ekskavator awalnya dijadwalkan berlangsung empat hari, menyesuaikan kemampuan dana swadaya yang tersedia.

Namun, setelah melihat perkembangan pekerjaan di lapangan, kelompok nelayan memutuskan memperpanjang pengerukan selama dua hari. Langkah tersebut diharapkan dapat memaksimalkan hasil pekerjaan meski anggaran terbatas.

“Awalnya pengerukan hanya bisa dilakukan selama empat hari sesuai dana yang tersedia. Namun, setelah kami evaluasi progres pekerjaan di lapangan, pengerukan bisa ditambah dua hari lagi,” kata Safrizal, Senin, 12 Oktober 2026.

Di tengah upaya mandiri tersebut, Panglima Laot Abdya, T. Indra Kusuma atau yang akrab disapa Achek Muntir, meminta Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pendangkalan.

Menurut Achek, kondisi kolam labuh yang belum tertangani secara tuntas menjadi persoalan berkepanjangan. Padahal, pemecah gelombang (breakwater) dan jetty di kawasan pelabuhan tersebut telah dibangun belasan tahun lalu.

Ia menilai pengerukan kolam labuh semestinya tidak terus mengandalkan iuran masyarakat nelayan. Penanganan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah, terutama dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang kelautan dan perikanan.

Achek juga meminta dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Abdya, Romi Syah Putra dari Partai Demokrat dan Usman IA dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memperjuangkan kebutuhan nelayan melalui jalur parlemen.

Menurut dia, meskipun keduanya tidak ditempatkan di komisi yang membidangi kelautan dan perikanan, aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan melalui partai masing-masing untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.

“Walaupun mungkin penempatan mereka bukan di komisi yang bersentuhan langsung dengan kelautan dan perikanan, setidaknya aspirasi kami bisa dititipkan kepada partai mereka sehingga dapat diperjuangkan di Banggar Provinsi Aceh,” kata Achek.

Sementara itu, Koordinator Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga Susoh, Kayyis Afif Mussawir, menyebut penanganan pendangkalan masih menjadi prioritas Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. Meski demikian, pelaksanaannya masih terkendala ketersediaan anggaran.

“Pemerintah Aceh tentunya terus berusaha melakukan optimalisasi, tetapi memang terkendala persoalan anggaran yang belum tersedia. Namun, permasalahan ini tetap menjadi prioritas Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh,” ujar Kayyis.

Upaya pengerukan secara swadaya tersebut menjadi langkah sementara nelayan menghadapi pendangkalan yang telah berlangsung puluhan tahun. Di sisi lain, mereka berharap pemerintah provinsi dan wakil rakyat asal Abdya dapat mendorong penanganan yang lebih terencana agar persoalan kolam labuh tidak terus dibebankan kepada masyarakat.

TOPIK TERKAIT

Pilihan Untukmu
Memuat berita...
↗ BACA JUGA Loading...
REFERENSI REDAKSI
✓
Fakta Terverifikasi
Konten telah diverifikasi melalui proses fact-check sesuai standar jurnalistik
🛡️
Catatan Editor:
Seluruh informasi yang disajikan telah melalui verifikasi lapangan demi menjaga akurasi dan independensi pemberitaan.
PUBLIC DISCUSSION
Join the conversation on today's public issues. Share your views clearly and let your voice be heard. (Note: All comments are the sole responsibility of their respective authors.)
🕒 Waktu & Data Lokal
--:--:-- WIB
Sabtu, 17 Oktober 2026 • GMT+7
🌙 6 Jumadil Awal 1448 H • KHGT
JADWAL SHOLAT ACEH BARAT DAYA
🌙 Subuh 05:01
🌅 Maghrib 18:21
☀️ Dzuhur 12:22
🌙 Isya 19:30
⛅ Ashar 15:37
⏰ Imsak 04:51
Sumber: bimasislam.kemenag.go.id • Metode MABIMS
  • Nelayan Abdya Patungan Keruk Kolam Labuh Ujung Serangga, Pemerintah Aceh Didesak Turun Tangan

Terkini

Iklan Advertica

Close X
X
Baca Juga

Memuat...