Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meraih penghargaan Mata Lokal Fest (MLF) 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026), melalui inovasi Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula yang dinilai memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
JAKARTA - Penghargaan kategori Best Stewardship in Closing the Distance to Care itu diberikan atas inovasi layanan kesehatan yang dirancang mendekatkan dokter dan tenaga kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang menghadapi kendala akses.
Penghargaan tersebut diserahkan Comercial Director Tribun Network, Hadrianus Tjiptyantoro, dan diterima langsung Bupati Abdya Dr. Safaruddin, SSos, MSP, di Thamrin Nine Ballroom.
Usai menerima award, Safaruddin menjelaskan Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula bukan merupakan pengganti program kesehatan nasional. Kedua inovasi itu menjadi cara pemerintah daerah memperluas gerakan hidup sehat hingga masyarakat yang membutuhkan.
"Dua program ini adalah cara Pemerintah Abdya untuk memastikan bahwa gerakan hidup sehat dan gerakan sadar hidup sehat menjangkau warga yang paling membutuhkan dan di mulai sejak dini dari bangku sekolah."
Menurut Safaruddin, model layanan tersebut bergerak, terintegrasi, dan berbasis data Kabupaten Abdya. Pendekatan itu ditujukan untuk mengurangi hambatan jarak dalam memperoleh pelayanan kesehatan agar penanganannya lebih efektif dan efisien.
Doto Saweu Gampong menyasar masyarakat di pemukiman yang relatif jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Sementara Doto Saweu Sikula menjadikan sekolah sebagai ruang untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Pelaksanaan Doto Saweu Gampong menggunakan 22 kemukiman sebagai simpul layanan. Setiap kemukiman mengonsolidasikan sekitar lima hingga enam Gampong dengan dukungan mobilisasi perangkat Desa.
Layanan tersebut diprioritaskan untuk kawasan yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan. Timnya melibatkan dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD-TP Abdya.
Kegiatan dilaksanakan pada akhir pekan untuk mengurangi kendala waktu masyarakat. Bagi pasien yang tidak mampu datang ke lokasi layanan, seperti penderita stroke, dokter dapat melakukan kunjungan langsung ke rumah.
Setelah kunjungan, tindak lanjut dilakukan puskesmas terdekat. Pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medisnya.
Sementara Doto Saweu Sikula dirancang menjadikan sekolah sebagai titik masuk pembangunan kesehatan generasi muda.
Kegiatannya meliputi edukasi hidup sehat, pemeriksaan kesehatan, senam pagi, serta sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
Pada 2026, pelaksanaan Doto Saweu Gampong ditargetkan sebanyak delapan kali. Hingga kini, enam kegiatan telah terealisasi, sedangkan dua lainnya akan dituntaskan pada Oktober hingga Desember.
Penguatan program tahun ini juga mencakup 12 kali pelaksanaan Doto Saweu Sikula, pengumpulan data awal, perancangan dashboard khusus, serta standardisasi SOP layanan dan tindak lanjut.
Memasuki 2027, Pemkab Abdya menargetkan pelaksanaan Doto Saweu Gampong meningkat menjadi 24 kali dalam setahun. Pemerintah daerah juga merencanakan penguatan mobile facility atau bus layanan dan memperjelas alur pelayanan antara puskesmas dan RSUD.
Pengembangan lainnya mencakup perluasan paket kesehatan sekolah serta pengelolaan dashboard khusus untuk mendukung pelayanan berbasis data.
Mulai 2028 dan seterusnya, pemerintah daerah berencana mengembangkan model tersebut agar dapat direplikasi secara nasional di daerah yang memiliki karakteristik hambatan akses serupa.
Selain itu, bukti dampak program akan disusun menggunakan data longitudinal sebagai bagian dari pengembangan model layanan kesehatan tersebut.
Safaruddin mengatakan arah kebijakan itu ditujukan untuk mengubah pola pelayanan kesehatan dari menunggu masyarakat datang menjadi aktif menjangkau warga.
"Dua program tersebut mengambil semangat preventif nasional, lalu melokalkannya menjadi model outreach daerah. Pada Program Doto Saweu Gampong, layanan digerakkan ke pemukiman yang jauh dari akses, sedangkan pada Program Doto Saweu Sikula menjadi pintu masuk pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak dini," ujarnya.
![]() |
| Bupati Abdya Safaruddin menerima penghargaan MLF 2026 atas inovasi layanan kesehatan daerah/foto/ist |
JAKARTA - Penghargaan kategori Best Stewardship in Closing the Distance to Care itu diberikan atas inovasi layanan kesehatan yang dirancang mendekatkan dokter dan tenaga kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang menghadapi kendala akses.
Penghargaan tersebut diserahkan Comercial Director Tribun Network, Hadrianus Tjiptyantoro, dan diterima langsung Bupati Abdya Dr. Safaruddin, SSos, MSP, di Thamrin Nine Ballroom.
Usai menerima award, Safaruddin menjelaskan Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula bukan merupakan pengganti program kesehatan nasional. Kedua inovasi itu menjadi cara pemerintah daerah memperluas gerakan hidup sehat hingga masyarakat yang membutuhkan.
"Dua program ini adalah cara Pemerintah Abdya untuk memastikan bahwa gerakan hidup sehat dan gerakan sadar hidup sehat menjangkau warga yang paling membutuhkan dan di mulai sejak dini dari bangku sekolah."
Menurut Safaruddin, model layanan tersebut bergerak, terintegrasi, dan berbasis data Kabupaten Abdya. Pendekatan itu ditujukan untuk mengurangi hambatan jarak dalam memperoleh pelayanan kesehatan agar penanganannya lebih efektif dan efisien.
Doto Saweu Gampong menyasar masyarakat di pemukiman yang relatif jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Sementara Doto Saweu Sikula menjadikan sekolah sebagai ruang untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Pelaksanaan Doto Saweu Gampong menggunakan 22 kemukiman sebagai simpul layanan. Setiap kemukiman mengonsolidasikan sekitar lima hingga enam Gampong dengan dukungan mobilisasi perangkat Desa.
Layanan tersebut diprioritaskan untuk kawasan yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan. Timnya melibatkan dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD-TP Abdya.
Kegiatan dilaksanakan pada akhir pekan untuk mengurangi kendala waktu masyarakat. Bagi pasien yang tidak mampu datang ke lokasi layanan, seperti penderita stroke, dokter dapat melakukan kunjungan langsung ke rumah.
Setelah kunjungan, tindak lanjut dilakukan puskesmas terdekat. Pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit sesuai kebutuhan medisnya.
Sementara Doto Saweu Sikula dirancang menjadikan sekolah sebagai titik masuk pembangunan kesehatan generasi muda.
Kegiatannya meliputi edukasi hidup sehat, pemeriksaan kesehatan, senam pagi, serta sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
Pada 2026, pelaksanaan Doto Saweu Gampong ditargetkan sebanyak delapan kali. Hingga kini, enam kegiatan telah terealisasi, sedangkan dua lainnya akan dituntaskan pada Oktober hingga Desember.
Penguatan program tahun ini juga mencakup 12 kali pelaksanaan Doto Saweu Sikula, pengumpulan data awal, perancangan dashboard khusus, serta standardisasi SOP layanan dan tindak lanjut.
Memasuki 2027, Pemkab Abdya menargetkan pelaksanaan Doto Saweu Gampong meningkat menjadi 24 kali dalam setahun. Pemerintah daerah juga merencanakan penguatan mobile facility atau bus layanan dan memperjelas alur pelayanan antara puskesmas dan RSUD.
Pengembangan lainnya mencakup perluasan paket kesehatan sekolah serta pengelolaan dashboard khusus untuk mendukung pelayanan berbasis data.
Mulai 2028 dan seterusnya, pemerintah daerah berencana mengembangkan model tersebut agar dapat direplikasi secara nasional di daerah yang memiliki karakteristik hambatan akses serupa.
Selain itu, bukti dampak program akan disusun menggunakan data longitudinal sebagai bagian dari pengembangan model layanan kesehatan tersebut.
Safaruddin mengatakan arah kebijakan itu ditujukan untuk mengubah pola pelayanan kesehatan dari menunggu masyarakat datang menjadi aktif menjangkau warga.
"Dua program tersebut mengambil semangat preventif nasional, lalu melokalkannya menjadi model outreach daerah. Pada Program Doto Saweu Gampong, layanan digerakkan ke pemukiman yang jauh dari akses, sedangkan pada Program Doto Saweu Sikula menjadi pintu masuk pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak dini," ujarnya.

.png)



