Stok semen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih mengalami kelangkaan selama tujuh hari terakhir. Kondisi tersebut membuat pasokan di hampir seluruh toko bangunan kosong, sementara harga semen sebelumnya telah mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per sak, Jumat (7/8/2026).
BLANGPIDIE - Kelangkaan semen berpotensi memengaruhi masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah, termasuk pelaku usaha konstruksi yang bergantung pada ketersediaan material tersebut. Hingga kini, pasokan semen ke toko-toko bangunan di Abdya belum kembali normal.
Pemilik Toko Abdya Bangunan, Miswar, mengatakan kelangkaan semen sudah berlangsung selama sepekan. Menurutnya, kondisi itu tidak hanya terjadi di tokonya, tetapi juga dialami toko bangunan lainnya di wilayah Abdya.
"Sejauh ini hampir seluruh toko bangunan yang ada di Abdya untuk stok semen kosong dan sangat langka," kata Miswar, Jumat (7/8/2026).
Minimnya pasokan membuat masyarakat yang membutuhkan semen harus menunggu distribusi berikutnya. Di sisi lain, toko bangunan juga belum dapat memastikan kapan stok kembali tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Selain kelangkaan, harga semen juga sempat mengalami kenaikan. Miswar menjelaskan, sekitar tujuh hari lalu harga semen naik sebesar Rp5.000 per sak. Sebelumnya, semen dijual seharga Rp70 ribu per sak, kemudian meningkat menjadi Rp75 ribu per sak.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui perkembangan harga terbaru. Hal itu karena pasokan yang masih terbatas membuat kepastian harga di tingkat penjualan belum dapat dipastikan.
"Untuk harganya sekarang kita tidak tahu apakah masih diangka Rp75 atau sudah naik," ucapnya.
Menurut Miswar, kondisi tersebut menjadi perhatian para pelaku usaha bahan bangunan di Abdya. Mereka berharap distribusi semen ke daerah segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti biasanya.
Ia berharap persoalan kelangkaan semen dapat segera tertangani agar pasokan ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh kembali lancar. Dengan demikian, aktivitas masyarakat yang membutuhkan semen tidak lagi terkendala akibat terbatasnya stok di pasaran.
Di tengah kelangkaan semen, Miswar menyebut harga bahan bangunan lainnya masih relatif stabil. Ia memastikan hingga saat ini belum ada kenaikan pada komoditas bahan bangunan selain semen.
"Untuk barang bangunan lainnya hingga saat ini masih stabil, yang mengalami kenaikan harga cuma semen," pungkas Miswar.
Hingga berita ini ditulis, stok semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Aceh Barat Daya masih belum tersedia. Sementara itu, pelaku usaha berharap distribusi kembali normal agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan dapat terpenuhi seperti sediakala.
![]() |
| Rak penyimpanan semen di toko bangunan Abdya terlihat kosong akibat kelangkaan pasokan/foto/ist |
BLANGPIDIE - Kelangkaan semen berpotensi memengaruhi masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah, termasuk pelaku usaha konstruksi yang bergantung pada ketersediaan material tersebut. Hingga kini, pasokan semen ke toko-toko bangunan di Abdya belum kembali normal.
Pemilik Toko Abdya Bangunan, Miswar, mengatakan kelangkaan semen sudah berlangsung selama sepekan. Menurutnya, kondisi itu tidak hanya terjadi di tokonya, tetapi juga dialami toko bangunan lainnya di wilayah Abdya.
"Sejauh ini hampir seluruh toko bangunan yang ada di Abdya untuk stok semen kosong dan sangat langka," kata Miswar, Jumat (7/8/2026).
Minimnya pasokan membuat masyarakat yang membutuhkan semen harus menunggu distribusi berikutnya. Di sisi lain, toko bangunan juga belum dapat memastikan kapan stok kembali tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
Selain kelangkaan, harga semen juga sempat mengalami kenaikan. Miswar menjelaskan, sekitar tujuh hari lalu harga semen naik sebesar Rp5.000 per sak. Sebelumnya, semen dijual seharga Rp70 ribu per sak, kemudian meningkat menjadi Rp75 ribu per sak.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui perkembangan harga terbaru. Hal itu karena pasokan yang masih terbatas membuat kepastian harga di tingkat penjualan belum dapat dipastikan.
"Untuk harganya sekarang kita tidak tahu apakah masih diangka Rp75 atau sudah naik," ucapnya.
Menurut Miswar, kondisi tersebut menjadi perhatian para pelaku usaha bahan bangunan di Abdya. Mereka berharap distribusi semen ke daerah segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti biasanya.
Ia berharap persoalan kelangkaan semen dapat segera tertangani agar pasokan ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh kembali lancar. Dengan demikian, aktivitas masyarakat yang membutuhkan semen tidak lagi terkendala akibat terbatasnya stok di pasaran.
Di tengah kelangkaan semen, Miswar menyebut harga bahan bangunan lainnya masih relatif stabil. Ia memastikan hingga saat ini belum ada kenaikan pada komoditas bahan bangunan selain semen.
"Untuk barang bangunan lainnya hingga saat ini masih stabil, yang mengalami kenaikan harga cuma semen," pungkas Miswar.
Hingga berita ini ditulis, stok semen di sejumlah toko bangunan di Kabupaten Aceh Barat Daya masih belum tersedia. Sementara itu, pelaku usaha berharap distribusi kembali normal agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan dapat terpenuhi seperti sediakala.


