Iklan

terkini

Harga Sawit di Abdya Turun Dua Malam Berturut-turut Jelang Idul Adha

Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026, 19.22.00 WIB Last Updated 2026-05-22T12:28:27Z
Pedagang sawit Gampong Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Hamidi Rasyid, Jumat (22/5/2026), mengeluhkan turunnya harga sawit di pabrik selama dua malam berturut-turut dari Rp2.800 menjadi Rp2.500 per kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Tumpukan buah sawit di Nagan Raya/foto/ist

KUALA BATEE - Hamidi mengatakan harga sawit yang diterima petani dan pedagang dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan cukup signifikan. Menurutnya, kondisi itu mulai dirasakan sejak malam sebelumnya dan kembali terjadi pada malam berikutnya.

“Hari ini harga sawit di pabrik Rp2500/kg, kemaren Rp2800/kg, sudah dua malam berturut turut turun harga. Biasanya harga mencapai Rp3000/kg,” kata Hamidi.

Ia menjelaskan penurunan harga terjadi secara bertahap. Pada malam pertama harga turun Rp300 per kilogram. Selanjutnya, harga kembali turun Rp200 per kilogram pada malam berikutnya.

“Malam kemaren turun Rp300/kg, tadi malam Rp200/kg,” ujarnya.

Meski harga sawit di tingkat pabrik turun, Hamidi menyebut petani masih ada hasil sekitar Rp1.900 per kilogram. Namun, yang menjadi perhatian para petani dan pedagang adalah penurunan harga yang terjadi hampir setiap malam, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

“Meskipun harga turun petani masih ada hasil sekitar Rp1900/kg. Tapi yang menjadi masalahnya hampir tiap malam harga turun. Mulai malam kemaren, tadi malam,” tuturnya.

Menurut Hamidi, kondisi tersebut membuat petani khawatir terhadap kestabilan harga sawit ke depan. Sebab, biaya produksi dan perawatan kebun saat ini terus meningkat.

Ia menyebut harga pupuk, obat-obatan, biaya perawatan kebun, hingga ongkos panen mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Di sisi lain, harga jual sawit justru bergerak turun.

Walaupun harga sawit menurun, kata Hamidi, petani tetap melakukan panen karena buah sawit harus dipetik ketika sudah memasuki masa panen.

“Meskipun harga murah, penennya tetap panen, kalau sudah sampai waktu panen,” katanya.

Hamidi berharap harga sawit dapat kembali stabil sehingga petani tidak terus dibebani ketidakpastian harga.

“Harapan saya harga sawit stabil, jangan turun-turun harga, sayang para petani, jangan sampai petani mengeluh. Apalagi sekarang harga pupuk mahal, oba-obatan lainnya juga mahal, biaya perawatan lagi, ongkos panen juga sudah meningkat,” ujar Hamidi.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Harga Sawit di Abdya Turun Dua Malam Berturut-turut Jelang Idul Adha

Terkini

Iklan