Balai Pengajian Babul Muklisin pimpinan Tgk Bahtiar di Gampong Babahlung, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), rusak tertimpa pohon Angsana akibat angin kencang disertai hujan, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
BLANGPIDIE - Pengurus Balai Babul Muklisin, Muamar Fadhli, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat tidak ada aktivitas pengajian di balai, sehingga para santri selamat dari musibah tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, akan tetapi kondisi atap dan sebagian bangunan balai mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon angsana,” kata Muamar.
Ia menjelaskan, pohon yang tumbang telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat. Namun, material bangunan seperti kayu dan seng yang tertimpa pohon sudah tidak dapat digunakan kembali karena mengalami kerusakan berat.
“Kalau batang yang tumbang sudah dibersihkan oleh warga disini, akan tetapi atap kayu dan seng yang tertimpa pohon sudah tidak bisa lagi digunakan karena memang sudah patah dan rusak berat,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengaji sementara dialihkan ke balai lain yang tidak terdampak pohon tumbang.
“Jadi sementara ini santri yang mau belajar pengajian kita alihkan ke balai satu lagi yang tidak tertimpa pohon tumbang. Maka dari itu kita selaku pengurus balai berharap kepada pemerintah dan masyarakat bisa membantu biaya untuk kembali membuat balai yang sudah rusak,” pinta Muamar.
![]() |
| Balai pengajian di Babahlung rusak tertimpa pohon tumbang/foto/ist |
BLANGPIDIE - Pengurus Balai Babul Muklisin, Muamar Fadhli, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat tidak ada aktivitas pengajian di balai, sehingga para santri selamat dari musibah tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, akan tetapi kondisi atap dan sebagian bangunan balai mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon angsana,” kata Muamar.
Ia menjelaskan, pohon yang tumbang telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat. Namun, material bangunan seperti kayu dan seng yang tertimpa pohon sudah tidak dapat digunakan kembali karena mengalami kerusakan berat.
“Kalau batang yang tumbang sudah dibersihkan oleh warga disini, akan tetapi atap kayu dan seng yang tertimpa pohon sudah tidak bisa lagi digunakan karena memang sudah patah dan rusak berat,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengaji sementara dialihkan ke balai lain yang tidak terdampak pohon tumbang.
“Jadi sementara ini santri yang mau belajar pengajian kita alihkan ke balai satu lagi yang tidak tertimpa pohon tumbang. Maka dari itu kita selaku pengurus balai berharap kepada pemerintah dan masyarakat bisa membantu biaya untuk kembali membuat balai yang sudah rusak,” pinta Muamar.


