Iklan

terkini

ACTION Gelar Sarasehan Budaya, Generasi Muda Diajak Jaga Identitas Abdya

Redaksi
Rabu, 20 Mei 2026, 20.35.00 WIB Last Updated 2026-05-20T13:35:34Z
Komunitas Aceh Culture and Education (ACTION) menggelar Sarasehan Budaya di Aula Grand Ariesta Hotel Blangpidie, Rabu (20/5/2026), memperingati sembilan tahun berdirinya organisasi sekaligus membahas upaya menjaga dan merawat budaya Aceh Barat Daya (Abdya).

Peserta ACTION diskusi pelestarian budaya Abdya di Blangpidie/foto/ist

BLANGPIDIE — Komunitas Aceh Culture and Education (ACTION) menggelar Sarasehan Budaya bertema Menjaga dan Merawat Budaya di Aceh Barat Daya (Abdya) di Aula Grand Ariesta Hotel Blangpidie. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi lintas kalangan untuk membahas tantangan pelestarian budaya lokal yang dinilai mulai kehilangan perhatian, terutama di kalangan generasi muda.

Ketua panitia, Hasanul Amri, mengatakan kepedulian terhadap budaya tidak harus menunggu usia tua. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi yang terus berubah.

“Untuk peduli budaya tidak mesti menunggu usia kita tua,” kata Hasanul Amri dalam sambutannya.

Ia menilai budaya merupakan identitas utama yang dapat dibanggakan kepada masyarakat luar. Karena itu, ACTION sengaja melibatkan anak muda sebagai penggerak organisasi agar pelestarian budaya tetap berlanjut pada masa mendatang.

“Sekarang sangat langka orang-orang yang peduli terhadap kebudayaan, terutama kalangan muda. Padahal tidak ada yang bisa kita banggakan kepada orang luar selain budaya kita sendiri,” ujarnya.

Ketua ACTION, Aris Faisal Djamin, menjelaskan organisasi tersebut lahir pada 2 Mei 2017 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Sejak berdiri, ACTION aktif menjalankan berbagai kegiatan edukasi dan pelestarian budaya di Aceh Barat Daya serta wilayah barat selatan Aceh.

Aris menyebut ACTION pernah mengusulkan Teuku Ben Mahmud sebagai Pahlawan Nasional pada 2023. Selain itu, pada 2025 organisasi tersebut juga mengumpulkan anak-anak muda dari wilayah barat selatan Aceh untuk membahas kekayaan budaya dan bahasa daerah yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Kami mencoba menghadirkan ruang bagi anak muda untuk berbicara tentang kekayaan budaya dan bahasa daerah. Kalau bukan generasi sekarang yang menjaga, maka warisan budaya ini bisa hilang perlahan,” kata Aris.

Ia mengatakan perkembangan ACTION turut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh senior Aceh, di antaranya mantan Ketua Majelis Adat Aceh Badruzaman, akademisi Abdurrahman Kaoy, serta tokoh masyarakat Haji Harun Keuchik Leumik.

Sarasehan budaya tersebut menghadirkan Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Kementerian Kebudayaan RI, Essi Hermalita, sebagai narasumber utama. Forum itu turut dihadiri Ketua Majelis Adat Aceh Abdya, perwakilan sejumlah dinas, akademisi, serta tokoh masyarakat yang peduli terhadap sejarah dan budaya lokal.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ACTION Gelar Sarasehan Budaya, Generasi Muda Diajak Jaga Identitas Abdya

Terkini

Iklan