Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Blangpidie, Selasa (13/10/2026), untuk memastikan distribusi makanan dan kualitas menu bagi siswa berjalan sesuai ketentuan.
BLANGPIDIE - Dalam kunjungan tersebut, Safaruddin melihat proses pembagian makanan sekaligus memeriksa menu yang disajikan kepada para siswa. Ia juga berdialog dengan pihak sekolah dan siswa untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap program tersebut.
Safaruddin mengingatkan siswa yang memiliki alergi terhadap lauk tertentu agar menyampaikan kondisinya kepada guru. Dengan begitu, menu makanan dapat diganti sesuai kebutuhan.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengawasi pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan makanan hingga hidangan diterima siswa di sekolah.
“Beberapa waktu lalu, kami juga meninjau beberapa dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk melihat langsung prosesnya, termasuk standar operasionalnya, apakah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Safaruddin.
Ia menyebut pelaksanaan program MBG di Abdya masih berjalan baik dan memberikan manfaat bagi penerimanya. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama menyangkut variasi menu makanan yang disajikan kepada siswa.
Safaruddin berharap tenaga ahli di setiap dapur SPPG terus menjaga kualitas menu. Makanan yang disediakan harus memenuhi standar gizi bagi anak sekolah agar program tersebut memberi manfaat bagi kesehatan mereka.
Dalam peninjauan itu, Safaruddin didampingi Plt Sekda Amrizal, Asisten III Rizal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gusvizarni, Kepala BKPSDM Nur Afni Muliana, serta Kabag Prokopim Darmawan Saputra.
“Mudah-mudahan pelaksanaan program MBG ini terus berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan di lapangan,” pungkas Safaruddin.
![]() |
| Bupati Abdya Safaruddin memantau pembagian makanan bergizi gratis bagi siswa SMPN 1 Blangpidie/foto/ist |
BLANGPIDIE - Dalam kunjungan tersebut, Safaruddin melihat proses pembagian makanan sekaligus memeriksa menu yang disajikan kepada para siswa. Ia juga berdialog dengan pihak sekolah dan siswa untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap program tersebut.
Safaruddin mengingatkan siswa yang memiliki alergi terhadap lauk tertentu agar menyampaikan kondisinya kepada guru. Dengan begitu, menu makanan dapat diganti sesuai kebutuhan.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengawasi pelaksanaan MBG, mulai dari pengolahan makanan hingga hidangan diterima siswa di sekolah.
“Beberapa waktu lalu, kami juga meninjau beberapa dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk melihat langsung prosesnya, termasuk standar operasionalnya, apakah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Safaruddin.
Ia menyebut pelaksanaan program MBG di Abdya masih berjalan baik dan memberikan manfaat bagi penerimanya. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama menyangkut variasi menu makanan yang disajikan kepada siswa.
Safaruddin berharap tenaga ahli di setiap dapur SPPG terus menjaga kualitas menu. Makanan yang disediakan harus memenuhi standar gizi bagi anak sekolah agar program tersebut memberi manfaat bagi kesehatan mereka.
Dalam peninjauan itu, Safaruddin didampingi Plt Sekda Amrizal, Asisten III Rizal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gusvizarni, Kepala BKPSDM Nur Afni Muliana, serta Kabag Prokopim Darmawan Saputra.
“Mudah-mudahan pelaksanaan program MBG ini terus berjalan dengan baik dan tidak ada permasalahan di lapangan,” pungkas Safaruddin.

.png)


.jpg)
