Ketua Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Aceh, Imran, menilai penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan air minum daerah. Hal itu disampaikannya di Aula Perumdam Tirta Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (4/6/2026).
BLANGPIDIE - Imran yang juga menjabat Direktur Utama Perumdam Tirta Pase Aceh Utara mengatakan kegiatan Capacity Building Sosialisasi Implementasi GCG lebih menitikberatkan pada penguatan tata kelola perusahaan.
“Yang penting dari Pimpinan Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Provinsi Aceh berkeinginan seluruh Perumda air minum yang ada di Aceh ini menekan prinsip-prinsip good goverment atau tata kelola perusahaan yang baik sebagaimana yang telah diimplementasikan pada Perumda Tirta Pase Aceh Utara,” katanya.
Menurutnya, implementasi GCG ke depan diharapkan mendapat pendampingan dari BPKP Aceh agar penerapannya berjalan sesuai kaidah dan tatanan yang berlaku.
“Sistem penerapan nanti kita harapkan ini ada pendampingan dengan BPKP Aceh sehingga proses implementasi ini bisa dengan sesuai kaedah-kaedah tatanan yang ada didalam GCG ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berada pada tahap sosialisasi dan pemahaman awal kepada perusahaan-perusahaan air minum daerah.
“Seperti yang kita lakukan hari ini adalah lebih kepada sosialisasi dahulu, inikan pemahaman terlebih dahulu bagi perusahaan-perusahaan dimana GCG ini adalah merupakan sebuah tatanan yang mengharuskan kita mampu menghadapi tantangan global daya saing,” ucapnya.
Dengan tata kelola yang baik, lanjut Imran, perusahaan air minum di Aceh diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain GCG, PD Perpamsi Aceh juga mendampingi penyusunan SOP agar dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing perusahaan. Langkah tersebut bertujuan agar seluruh karyawan memahami tugas dan fungsi yang dijalankan dalam pelayanan maupun peningkatan kinerja.
“Jadi kita mendampingi agar penyusunan SOP ini bisa dilakukan secara mandiri, sehingga mereka menyusun sendiri, karena nanti pelayanan itu mereka sendiri yang akan kerjakan. Sehingga seluruh karyawan paham tugas-tugas yang mereka kerjakan,” katanya.
Imran menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Meulaboh dan Kota Langsa. Program tersebut akan terus dilakukan bagi anggota keluarga besar PD Perpamsi Aceh sebagai wadah berbagi pengalaman dan mempererat hubungan antarpengelola Perumda.
BLANGPIDIE - Imran yang juga menjabat Direktur Utama Perumdam Tirta Pase Aceh Utara mengatakan kegiatan Capacity Building Sosialisasi Implementasi GCG lebih menitikberatkan pada penguatan tata kelola perusahaan.
“Yang penting dari Pimpinan Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Provinsi Aceh berkeinginan seluruh Perumda air minum yang ada di Aceh ini menekan prinsip-prinsip good goverment atau tata kelola perusahaan yang baik sebagaimana yang telah diimplementasikan pada Perumda Tirta Pase Aceh Utara,” katanya.
Menurutnya, implementasi GCG ke depan diharapkan mendapat pendampingan dari BPKP Aceh agar penerapannya berjalan sesuai kaidah dan tatanan yang berlaku.
“Sistem penerapan nanti kita harapkan ini ada pendampingan dengan BPKP Aceh sehingga proses implementasi ini bisa dengan sesuai kaedah-kaedah tatanan yang ada didalam GCG ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini masih berada pada tahap sosialisasi dan pemahaman awal kepada perusahaan-perusahaan air minum daerah.
“Seperti yang kita lakukan hari ini adalah lebih kepada sosialisasi dahulu, inikan pemahaman terlebih dahulu bagi perusahaan-perusahaan dimana GCG ini adalah merupakan sebuah tatanan yang mengharuskan kita mampu menghadapi tantangan global daya saing,” ucapnya.
Dengan tata kelola yang baik, lanjut Imran, perusahaan air minum di Aceh diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain GCG, PD Perpamsi Aceh juga mendampingi penyusunan SOP agar dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing perusahaan. Langkah tersebut bertujuan agar seluruh karyawan memahami tugas dan fungsi yang dijalankan dalam pelayanan maupun peningkatan kinerja.
“Jadi kita mendampingi agar penyusunan SOP ini bisa dilakukan secara mandiri, sehingga mereka menyusun sendiri, karena nanti pelayanan itu mereka sendiri yang akan kerjakan. Sehingga seluruh karyawan paham tugas-tugas yang mereka kerjakan,” katanya.
Imran menambahkan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Meulaboh dan Kota Langsa. Program tersebut akan terus dilakukan bagi anggota keluarga besar PD Perpamsi Aceh sebagai wadah berbagi pengalaman dan mempererat hubungan antarpengelola Perumda.


