Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan komitmen perusahaan melakukan transformasi menyeluruh sepanjang 2025 melalui penguatan tata kelola, peningkatan kinerja bisnis, efisiensi keuangan, dan pengembangan sektor usaha baru demi kemajuan Aceh.
BANDA ACEH - PT PEMA menjadikan tahun 2025 sebagai periode penting untuk memperkuat fondasi perusahaan. Fokus utama diarahkan pada pembenahan internal guna membangun organisasi yang lebih profesional, adaptif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.
Menurut Mawardi Nur, tantangan perusahaan daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian keuntungan, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang baik dan akuntabel.
Karena itu, perusahaan memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dengan melakukan penataan struktur organisasi, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan internal, serta mendorong sistem pelaporan yang lebih transparan dan terukur.
Keseriusan tersebut turut tercermin dalam langkah perusahaan melindungi kepentingan daerah. Salah satunya melalui kemenangan perkara kopi melawan PT Jingki Roda Gayo (JRG) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna.
Bagi PT PEMA, keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga aset daerah dan memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan masyarakat Aceh.
Di sektor energi, anak usaha PT PEMA, yakni PT Pema Global Energy (PGE), berhasil meningkatkan harga jual gas melalui strategi negosiasi dan optimalisasi kontrak. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat kinerja usaha sekaligus membuka peluang peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Perbaikan kinerja juga terlihat pada pengelolaan komoditas sulfur. Dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kondisi pasar, perusahaan mampu meningkatkan nilai jual komoditas tersebut dan memperkuat daya saing bisnis.
Selain itu, perusahaan terus memperketat disiplin keuangan melalui efisiensi anggaran, rasionalisasi biaya, serta penguatan kontrol pengeluaran. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi.
PT PEMA juga mulai mempercepat proses digitalisasi dan peningkatan layanan. Upaya ini dilakukan agar perusahaan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai badan usaha milik daerah.
Dalam rangka memperluas sumber pendapatan, perusahaan turut mengembangkan diversifikasi usaha melalui perdagangan kopi dan penjajakan sektor telekomunikasi. Namun, pengembangan tersebut tetap dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan kompetensi dan kapasitas usaha.
Mawardi Nur menilai keberhasilan transformasi perusahaan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Penguatan budaya kerja, integritas, serta sistem pengelolaan membutuhkan konsistensi dan komitmen seluruh elemen perusahaan.
"Tahun 2025 mungkin belum menjadi tahun lompatan besar bagi PT PEMA. Namun setidaknya, perusahaan ini sedang mencoba bergerak dari pola lama BUMD yang administratif menuju entitas bisnis yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan," kata Mawardi Nur Kamis, 4/6/2026.
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan perusahaan daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh laporan kinerja atau strategi bisnis yang disusun, melainkan dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat Aceh.
"Publik tentu menunggu hasil akhirnya. Sebab ukuran keberhasilan sebuah BUMD bukan hanya pada laporan yang rapi atau strategi yang terdengar meyakinkan, tetapi pada seberapa besar manfaat yang benar-benar kembali kepada masyarakat Aceh," ujarnya.
![]() |
| Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA, Mawardi Nur/foto/ist |
BANDA ACEH - PT PEMA menjadikan tahun 2025 sebagai periode penting untuk memperkuat fondasi perusahaan. Fokus utama diarahkan pada pembenahan internal guna membangun organisasi yang lebih profesional, adaptif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.
Menurut Mawardi Nur, tantangan perusahaan daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian keuntungan, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang baik dan akuntabel.
Karena itu, perusahaan memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dengan melakukan penataan struktur organisasi, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan internal, serta mendorong sistem pelaporan yang lebih transparan dan terukur.
Keseriusan tersebut turut tercermin dalam langkah perusahaan melindungi kepentingan daerah. Salah satunya melalui kemenangan perkara kopi melawan PT Jingki Roda Gayo (JRG) berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 9/Pdt.G/2025/PN Bna.
Bagi PT PEMA, keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga aset daerah dan memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan masyarakat Aceh.
Di sektor energi, anak usaha PT PEMA, yakni PT Pema Global Energy (PGE), berhasil meningkatkan harga jual gas melalui strategi negosiasi dan optimalisasi kontrak. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat kinerja usaha sekaligus membuka peluang peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Perbaikan kinerja juga terlihat pada pengelolaan komoditas sulfur. Dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kondisi pasar, perusahaan mampu meningkatkan nilai jual komoditas tersebut dan memperkuat daya saing bisnis.
Selain itu, perusahaan terus memperketat disiplin keuangan melalui efisiensi anggaran, rasionalisasi biaya, serta penguatan kontrol pengeluaran. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika ekonomi.
PT PEMA juga mulai mempercepat proses digitalisasi dan peningkatan layanan. Upaya ini dilakukan agar perusahaan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan sebagai badan usaha milik daerah.
Dalam rangka memperluas sumber pendapatan, perusahaan turut mengembangkan diversifikasi usaha melalui perdagangan kopi dan penjajakan sektor telekomunikasi. Namun, pengembangan tersebut tetap dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan kompetensi dan kapasitas usaha.
Mawardi Nur menilai keberhasilan transformasi perusahaan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Penguatan budaya kerja, integritas, serta sistem pengelolaan membutuhkan konsistensi dan komitmen seluruh elemen perusahaan.
"Tahun 2025 mungkin belum menjadi tahun lompatan besar bagi PT PEMA. Namun setidaknya, perusahaan ini sedang mencoba bergerak dari pola lama BUMD yang administratif menuju entitas bisnis yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan," kata Mawardi Nur Kamis, 4/6/2026.
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan perusahaan daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh laporan kinerja atau strategi bisnis yang disusun, melainkan dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat Aceh.
"Publik tentu menunggu hasil akhirnya. Sebab ukuran keberhasilan sebuah BUMD bukan hanya pada laporan yang rapi atau strategi yang terdengar meyakinkan, tetapi pada seberapa besar manfaat yang benar-benar kembali kepada masyarakat Aceh," ujarnya.


