Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, membuka pelatihan manasik haji dan umrah yang diikuti 65 peserta di Gedung Dakwah Masjid At-Taqwa, Blangpidie, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang digelar KBIHU Surya Arafah 'Aisyiyah ini menjadi bagian dari persiapan calon jemaah sebelum beribadah ke Tanah Suci.
BLANGPIDIE - Peserta pelatihan terdiri atas 63 jemaah calon haji (JCH) dan dua calon jemaah umrah. Pembekalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tata cara ibadah sekaligus mempersiapkan kesiapan mental dan fisik peserta.
Dalam sambutannya, Zaman Akli menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan persiapan lahir dan batin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada KBIHU Surya Arafah 'Aisyiyah Blangpidie yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, bimbingan manasik membantu calon jemaah memahami rangkaian ibadah agar dapat menjalankannya secara tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan syariat Islam.
“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah sendiri, karena pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan memberikan dukungan sesuai kewenangan kepada masyarakat,” ucapnya.
Akli menilai, keterlibatan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dan pembinaan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, lembaga tersebut dapat membantu pemerintah menjangkau warga yang membutuhkan pengetahuan dan bimbingan keagamaan.
“Inilah bentuk kerja sama yang perlu terus kita rawat. Pemerintah tidak harus mengerjakan semuanya sendiri, tetapi harus mampu membangun kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang memiliki kepedulian, kemampuan, dan komitmen untuk melayani masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti setiap tahapan manasik dengan serius, aktif bertanya, serta memahami tata cara pelaksanaan ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Kami berharap kepada seluruh jamaah pelatihan agar mengikuti setiap tahapan bimbingan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, memahami setiap tata cara ibadah, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” sebutnya.
Menurut Akli, manasik sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memenuhi persyaratan keberangkatan. Lebih dari itu, pembekalan tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu, meluruskan niat, dan menyiapkan diri agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang serta ikhlas.
Pemerintah Kabupaten Abdya, lanjutnya, berkomitmen memperkuat hubungan dengan lembaga keagamaan. Ia berharap pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan keimanan, akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat.
Akli turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus KBIHU Surya Arafah 'Aisyiyah Blangpidie atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan manasik haji dan umrah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Abdya.
![]() |
| Wabup Zaman Akli membuka pelatihan manasik haji dan umrah Abdya/foto/ist |
BLANGPIDIE - Peserta pelatihan terdiri atas 63 jemaah calon haji (JCH) dan dua calon jemaah umrah. Pembekalan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tata cara ibadah sekaligus mempersiapkan kesiapan mental dan fisik peserta.
Dalam sambutannya, Zaman Akli menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan persiapan lahir dan batin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada KBIHU Surya Arafah 'Aisyiyah Blangpidie yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, bimbingan manasik membantu calon jemaah memahami rangkaian ibadah agar dapat menjalankannya secara tertib, mandiri, dan sesuai tuntunan syariat Islam.
“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah sendiri, karena pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan memberikan dukungan sesuai kewenangan kepada masyarakat,” ucapnya.
Akli menilai, keterlibatan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dan pembinaan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, lembaga tersebut dapat membantu pemerintah menjangkau warga yang membutuhkan pengetahuan dan bimbingan keagamaan.
“Inilah bentuk kerja sama yang perlu terus kita rawat. Pemerintah tidak harus mengerjakan semuanya sendiri, tetapi harus mampu membangun kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang memiliki kepedulian, kemampuan, dan komitmen untuk melayani masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti setiap tahapan manasik dengan serius, aktif bertanya, serta memahami tata cara pelaksanaan ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Kami berharap kepada seluruh jamaah pelatihan agar mengikuti setiap tahapan bimbingan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, memahami setiap tata cara ibadah, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” sebutnya.
Menurut Akli, manasik sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memenuhi persyaratan keberangkatan. Lebih dari itu, pembekalan tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam ilmu, meluruskan niat, dan menyiapkan diri agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang serta ikhlas.
Pemerintah Kabupaten Abdya, lanjutnya, berkomitmen memperkuat hubungan dengan lembaga keagamaan. Ia berharap pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan keimanan, akhlak, dan kehidupan sosial masyarakat.
Akli turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus KBIHU Surya Arafah 'Aisyiyah Blangpidie atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan manasik haji dan umrah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Abdya.

.png)



