LIVE
HABA NANGGROE
Populer
HABA NANGGROE
FAKTUAL
HABA NANGGROE
Trending
HABA NANGGROE

BENER BIRU DONGKER

NEWS
📰
Baca Berita Terverifikasi
Cepat, Akurat & Terpercaya
Berita Aceh Terkini
Baca Berita Terverifikasi
★★★★★ Gratis
Install

Haba Nanggroe

Iklan

terkini

Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Dosen FEB UNIMAL Dorong Kebun Komunitas Ramah Lingkungan

Fitriadi
10/14/26, 17:06 WIB Last Updated 2026-10-14T10:06:53Z
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Mahasiswa mendorong penguatan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat melalui pengembangan kebun komunitas ramah lingkungan di Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu 11 Oktober 2026 lalu.

Dosen FEB Unimal bersama warga Meuria Paloh menunjukkan sayuran dalam kegiatan kebun komunitas ramah lingkungan/foto/Raji

LHOKSEUMAWE - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat melalui Kebun Komunitas Ramah Lingkungan Kota Lhokseumawe” ini mengajak warga memanfaatkan potensi lingkungan untuk menanam sayuran, mendukung pemenuhan pangan keluarga, dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Pelaksanaannya melibatkan dosen dan mahasiswa FEB Unimal, perangkat desa, serta kader Posyandu sebagai bagian dari kolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan bibit sayuran, polybag, dan media tanam, sekaligus memberikan praktik penanaman secara langsung. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh keterampilan praktis untuk memulai kebun pangan, baik di pekarangan rumah maupun melalui pengelolaan lahan bersama.

Ketua tim PkM, Nova Rianti mengatakan, bahwa kebun komunitas merupakan langkah sederhana yang dapat menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

“Ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui kebun komunitas, masyarakat dapat belajar menanam sayuran, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama memanfaatkan potensi lingkungan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Lanjutnya, keberlangsungan program sangat bergantung pada keterlibatan warga dalam merawat tanaman dan memanfaatkan hasil panen. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan produktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Geuchik Gampong Meuria Paloh, Wahidin, menyambut baik terhadap kegiatan yang berlangsung, karena sebagai bentuk sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal bagi masyarakat untuk membangun dan merawat kebun komunitas secara bersama-sama. Dengan partisipasi warga, kebun ini diharapkan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan kelestarian lingkungan gampong,” ungkapnya.

Dukungan perangkat Desa, mahasiswa, dan kader Posyandu diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat serta mendorong penerapan kebiasaan hidup sehat. Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan pendampingan agar kebun komunitas dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan warga.

Dosen FEB Unimal, Sari Yulis Terfiadi ikut menyoroti terkait nilai ekonomi kebun komunitas bagi rumah tangga. Penanaman sayuran yang sesuai dengan kebutuhan. Karena dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan sekaligus mengelola pengeluaran secara lebih efisien.

“Pemberdayaan ekonomi dapat dimulai dari kemampuan masyarakat mengelola sumber daya yang tersedia. Kebun komunitas memberi kesempatan bagi warga untuk menjadi lebih produktif, belajar bekerja sama, dan membangun kemandirian pangan dari lingkungan sendiri,” terangnya.

Ia menambahkan, pengelolaan kebun secara konsisten juga dapat menumbuhkan keterampilan dalam merencanakan penggunaan sumber daya dan memanfaatkan hasil panen secara bijaksana.

Dosen Program Studi Ekonomi Syariah FEB Unimal, Agustinar juga ikut menekankan pentingnya membangun kebun komunitas sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu praktik pendukungnya ialah mengolah limbah organik dapur menjadi kompos untuk membantu menyuburkan tanaman.

“Kebun komunitas bukan sekadar tempat menanam sayuran, melainkan ruang bagi masyarakat untuk membangun kemandirian pangan, membiasakan pola hidup sehat, dan menjaga lingkungan secara bersama-sama. Sisa sayuran dan kulit buah dapat dipilah serta diolah menjadi kompos setelah melalui proses yang tepat, kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari kebun, tetapi juga belajar mengubah limbah menjadi sumber daya yang berguna. Inilah wujud maslahah dalam ekonomi syariah, yaitu menghadirkan manfaat bagi keluarga dan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Menurut Agustinar, keterlibatan warga dalam merawat tanaman, mengelola limbah organik, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari keberlanjutan kebun komunitas. Praktik tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Melalui kegiatan ini, FEB Unimal berharap kebun komunitas ramah lingkungan dapat berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang menghubungkan ketahanan pangan, kesehatan, efisiensi ekonomi rumah tangga, dan pelestarian lingkungan. Keberlanjutan program diharapkan didukung oleh partisipasi aktif warga, pendampingan yang sesuai kebutuhan, serta semangat gotong royong.

Sebagai informasi, kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PkM FEB Unimal yang diketuai Nova Rianti S., S.Kom., M.B.A., bersama anggota Agustinar, M.E.I., dan Rauzi Ramazalena, S.E., M.S.M., dengan penguatan perspektif pemberdayaan ekonomi melalui materi Sari Yulis Terfiadi, B.B.A., M.B.A. Dukungan mahasiswa FEB Unimal, perangkat desa, dan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat.

TOPIK TERKAIT

Pilihan Untukmu
Memuat berita...
↗ BACA JUGA Loading...
REFERENSI REDAKSI
✓
Fakta Terverifikasi
Konten telah diverifikasi melalui proses fact-check sesuai standar jurnalistik
🛡️
Catatan Editor:
Seluruh informasi yang disajikan telah melalui verifikasi lapangan demi menjaga akurasi dan independensi pemberitaan.
PUBLIC DISCUSSION
Join the conversation on today's public issues. Share your views clearly and let your voice be heard. (Note: All comments are the sole responsibility of their respective authors.)
🕒 Waktu & Data Lokal
--:--:-- WIB
Sabtu, 17 Oktober 2026 • GMT+7
🌙 6 Jumadil Awal 1448 H • KHGT
JADWAL SHOLAT ACEH BARAT DAYA
🌙 Subuh 05:01
🌅 Maghrib 18:21
☀️ Dzuhur 12:22
🌙 Isya 19:30
⛅ Ashar 15:37
⏰ Imsak 04:51
Sumber: bimasislam.kemenag.go.id • Metode MABIMS
  • Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Dosen FEB UNIMAL Dorong Kebun Komunitas Ramah Lingkungan

Terkini

Iklan Advertica

Close X
X
Baca Juga

Memuat...