Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menjalankan gerakan orang tua asuh dengan melibatkan pejabat daerah untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada anak yatim-piatu di wilayah setempat.
BLANGPIDIE - Gerakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Abdya dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan anak yatim memperoleh perhatian terhadap pendidikan dan kebutuhan dasarnya.
Bupati Abdya Dr. Safaruddin mengatakan, pemerintah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembangunan fisik, tetapi juga perlu hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
"Kita ingin anak-anak yatim di Abdya merasa memiliki keluarga besar. Pemerintah hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun kemanusiaan," ujar Dr. Safaruddin.
Pada Jumat (04/09/2026), sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya telah mengangkat anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Program tersebut melibatkan Plt Sekda, kepala SKPK, hingga camat.
Kepala Dinas PUPR Abdya Rahwadi menyebutkan, keterlibatan para pejabat merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan perhatian kepada anak yatim. Menurutnya, amanah tersebut diberikan Bupati Abdya kepada pejabat eselon melalui gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim".
"Ini bukan hanya soal memberi bantuan materi. Tapi bagaimana kita hadir, membimbing, dan menjadi teladan bagi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berakhlak," kata Rahwadi, Sabtu (5/9/2026).
Dalam rilis Pemkab Abdya, Plt Sekda Abdya Amrizal disebut telah menjadi ayah asuh bagi dua anak yatim. Kadis PUPR Abdya Rahwadi tercatat menjadi ayah asuh tiga anak yatim-piatu.
Selanjutnya, Kadis Disdukcapil Abdya Muliya Arfan mengangkat tiga anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan Hamdani menjadi ayah asuh satu anak yatim-piatu.
Kadis Pertanian Hendri Yadi juga mengangkat satu anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Kepala Kesbangpol Abdya Indra Dermawan menjadi ayah asuh satu anak yatim-piatu, sedangkan Kadis Syariat Islam Abdya Muhammad Rasyid mengasuh satu anak yatim-piatu.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Tgk. Junaidi Abdullah juga tercatat mengasuh satu anak yatim-piatu. Sementara itu, Camat Manggeng Ridhawiyardi memiliki dua anak asuh yatim-piatu.
Camat Babahrot Idris telah menjadi ayah asuh satu anak yatim. Camat Kuala Batee Eka Julianda juga mengasuh satu anak yatim-piatu.
Program orang tua asuh tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pemkab Abdya ingin kehadiran pejabat dapat memberikan pendampingan, perhatian, serta keteladanan bagi anak-anak yang diasuh.
Pemkab Abdya juga berharap gerakan tersebut mampu menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dan ASN lainnya agar ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
![]() |
| Plt Sekda Abdya Amrizal menjadi ayah asuh dua anak yatim/foto/ist |
BLANGPIDIE - Gerakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Abdya dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus memastikan anak yatim memperoleh perhatian terhadap pendidikan dan kebutuhan dasarnya.
Bupati Abdya Dr. Safaruddin mengatakan, pemerintah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pembangunan fisik, tetapi juga perlu hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
"Kita ingin anak-anak yatim di Abdya merasa memiliki keluarga besar. Pemerintah hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun kemanusiaan," ujar Dr. Safaruddin.
Pada Jumat (04/09/2026), sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya telah mengangkat anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Program tersebut melibatkan Plt Sekda, kepala SKPK, hingga camat.
Kepala Dinas PUPR Abdya Rahwadi menyebutkan, keterlibatan para pejabat merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan perhatian kepada anak yatim. Menurutnya, amanah tersebut diberikan Bupati Abdya kepada pejabat eselon melalui gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim".
"Ini bukan hanya soal memberi bantuan materi. Tapi bagaimana kita hadir, membimbing, dan menjadi teladan bagi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berakhlak," kata Rahwadi, Sabtu (5/9/2026).
Dalam rilis Pemkab Abdya, Plt Sekda Abdya Amrizal disebut telah menjadi ayah asuh bagi dua anak yatim. Kadis PUPR Abdya Rahwadi tercatat menjadi ayah asuh tiga anak yatim-piatu.
Selanjutnya, Kadis Disdukcapil Abdya Muliya Arfan mengangkat tiga anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan Hamdani menjadi ayah asuh satu anak yatim-piatu.
Kadis Pertanian Hendri Yadi juga mengangkat satu anak yatim-piatu sebagai anak asuh. Kepala Kesbangpol Abdya Indra Dermawan menjadi ayah asuh satu anak yatim-piatu, sedangkan Kadis Syariat Islam Abdya Muhammad Rasyid mengasuh satu anak yatim-piatu.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Tgk. Junaidi Abdullah juga tercatat mengasuh satu anak yatim-piatu. Sementara itu, Camat Manggeng Ridhawiyardi memiliki dua anak asuh yatim-piatu.
Camat Babahrot Idris telah menjadi ayah asuh satu anak yatim. Camat Kuala Batee Eka Julianda juga mengasuh satu anak yatim-piatu.
Program orang tua asuh tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pemkab Abdya ingin kehadiran pejabat dapat memberikan pendampingan, perhatian, serta keteladanan bagi anak-anak yang diasuh.
Pemkab Abdya juga berharap gerakan tersebut mampu menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dan ASN lainnya agar ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

.png)



