Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengingatkan petani mewaspadai peningkatan serangan hama, terutama walang sangit, akibat perubahan cuaca ekstrem. Kondisi itu berpotensi terjadi pada areal persawahan yang tanaman padinya belum memasuki masa panen.
BLANGPIDIE - Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, S.TP., mengatakan cuaca ekstrem yang berkaitan dengan fenomena El Nino dapat memengaruhi perkembangan hama di lahan persawahan.
“Cuaca ekstrem El Nino dapat mempengaruhi perkembangan hama terutama walang sangit,” kata Hendri, Selasa (15/9/2026).
Menurut Hendri, pengendalian perlu dilakukan secara terpadu, terutama oleh kelompok tani yang telah memperoleh bantuan obat berdasarkan rekomendasi Pengamat Hama dan Penyakit (PHP).
Ia menyebut penyemprotan tidak cukup dilakukan oleh sebagian petani. Pengendalian harus dilaksanakan secara bersama-sama pada areal yang terdampak agar hasilnya lebih efektif.
“Rata-rata yang sudah dapat rekomendasi dari PHP sudah diberikan obatnya,” kata Hendri.
Hendri menjelaskan, obat yang disalurkan kepada petani mencakup insektisida dan fungisida. Pemberiannya disesuaikan dengan rekomendasi petugas PHP sehingga penggunaannya diharapkan tepat sasaran.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang sudah memasuki masa panen relatif lebih aman dari ancaman hama tersebut. Hendri menyebut empat kecamatan, yakni Setia, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan, telah memasuki masa panen.
Adapun persawahan di wilayah lain yang tanamannya belum dipanen masih memiliki potensi terserang hama. Karena itu, petani diminta tetap melakukan pemantauan dan pengendalian secara rutin dengan melibatkan petugas PHP.
Hendri juga mengingatkan kelompok tani agar tidak melakukan pengendalian secara sendiri-sendiri. Menurutnya, penyemprotan yang dilakukan serentak akan membantu penanganan hama lebih optimal.
“Selain itu, pengendalian Hama itu, harus dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tani. Jika tidak dilaksanakan secara serentak proses pengendaliannya nanti tidak sempurna,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan pengendalian di lapangan, Dinas Pertanian Abdya saat ini memanfaatkan stok obat yang tersedia. Selain itu, pihaknya juga berupaya meminta tambahan insektisida kepada Pemerintah Provinsi Aceh.
“Kita akan minta tambahan ke Provinsi dan petugas PHP, mudah-mudahan kekurangan obat hamanya nanti tercukupi. Dengan penanganan yang baik kita harap Abdya tetap menjadi lumbung pangan,” pungkasnya.
![]() |
| Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, S.TP,/foto/ist |
BLANGPIDIE - Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, S.TP., mengatakan cuaca ekstrem yang berkaitan dengan fenomena El Nino dapat memengaruhi perkembangan hama di lahan persawahan.
“Cuaca ekstrem El Nino dapat mempengaruhi perkembangan hama terutama walang sangit,” kata Hendri, Selasa (15/9/2026).
Menurut Hendri, pengendalian perlu dilakukan secara terpadu, terutama oleh kelompok tani yang telah memperoleh bantuan obat berdasarkan rekomendasi Pengamat Hama dan Penyakit (PHP).
Ia menyebut penyemprotan tidak cukup dilakukan oleh sebagian petani. Pengendalian harus dilaksanakan secara bersama-sama pada areal yang terdampak agar hasilnya lebih efektif.
“Rata-rata yang sudah dapat rekomendasi dari PHP sudah diberikan obatnya,” kata Hendri.
Hendri menjelaskan, obat yang disalurkan kepada petani mencakup insektisida dan fungisida. Pemberiannya disesuaikan dengan rekomendasi petugas PHP sehingga penggunaannya diharapkan tepat sasaran.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang sudah memasuki masa panen relatif lebih aman dari ancaman hama tersebut. Hendri menyebut empat kecamatan, yakni Setia, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan, telah memasuki masa panen.
Adapun persawahan di wilayah lain yang tanamannya belum dipanen masih memiliki potensi terserang hama. Karena itu, petani diminta tetap melakukan pemantauan dan pengendalian secara rutin dengan melibatkan petugas PHP.
Hendri juga mengingatkan kelompok tani agar tidak melakukan pengendalian secara sendiri-sendiri. Menurutnya, penyemprotan yang dilakukan serentak akan membantu penanganan hama lebih optimal.
“Selain itu, pengendalian Hama itu, harus dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok tani. Jika tidak dilaksanakan secara serentak proses pengendaliannya nanti tidak sempurna,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan pengendalian di lapangan, Dinas Pertanian Abdya saat ini memanfaatkan stok obat yang tersedia. Selain itu, pihaknya juga berupaya meminta tambahan insektisida kepada Pemerintah Provinsi Aceh.
“Kita akan minta tambahan ke Provinsi dan petugas PHP, mudah-mudahan kekurangan obat hamanya nanti tercukupi. Dengan penanganan yang baik kita harap Abdya tetap menjadi lumbung pangan,” pungkasnya.

.png)



