Dinas PUPR Aceh Barat Daya (Abdya) bersama BPJN turun langsung mengecek kondisi ruas Jalan Lama Muda-Suak Sane di Kuala Batee, Rabu (30/9/2026), sebagai bagian evaluasi usulan penanganan jalan sepanjang 4,922 kilometer melalui program IJD 2025.
KUALA BATEE - Peninjauan tersebut dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Barang Milik Negara (BMN). Ruas yang diperiksa memiliki panjang 4,922 kilometer dan sebelumnya diusulkan Pemkab Abdya untuk mendapat penanganan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Kabid Bina Marga PUPR Abdya, Darma Musliandi, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim BPJN menjadi bagian dari pengecekan langsung terhadap kondisi dan kelayakan teknis jalan di lapangan.
“Iya benar, kemarin kami mendampingi Tim BPJN untuk melakukan Monev Hibah BMN di ruas Lama Muda - Suak Sane sepanjang 4,922 Kilometer. Ruas jalan ini kita usulkan untuk ditangani melalui anggaran IJD tahun 2025,” kata Luken, Rabu (30/9/2026).
Luken menjelaskan, ruas tersebut menjadi salah satu jalur yang digunakan masyarakat Kuala Batee untuk menghubungkan sejumlah Gampong. Jalan itu juga dimanfaatkan sebagai akses pengangkutan hasil perkebunan.
Ia menyebut kondisi badan jalan saat ini masih membutuhkan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh agar lebih layak digunakan kendaraan.
Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi BPJN menjadi bagian penting dalam proses pengusulan penanganan ruas tersebut melalui program IJD.
“Kita berharap usulan ini dapat disetujui pusat. Keberadaan jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas warga, mempermudah pengangkutan hasil perkebunan serta membuka akses antar-Gampong yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengecekan awal, tim PUPR Abdya dan BPJN telah melakukan pengukuran serta pemeriksaan terhadap kondisi ruas jalan yang diusulkan.
Di sejumlah bagian permukaan jalan juga telah diberi tanda bertuliskan “Inpres Jalan Daerah TA 2025”. Penandaan itu menjadi penunjuk lokasi ruas yang masuk dalam usulan program penanganan tersebut.
![]() |
| Tim BPJN dan PUPR Abdya mengecek kondisi Jalan Lama Muda-Suak Sane/foto/ist |
KUALA BATEE - Peninjauan tersebut dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Barang Milik Negara (BMN). Ruas yang diperiksa memiliki panjang 4,922 kilometer dan sebelumnya diusulkan Pemkab Abdya untuk mendapat penanganan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Kabid Bina Marga PUPR Abdya, Darma Musliandi, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim BPJN menjadi bagian dari pengecekan langsung terhadap kondisi dan kelayakan teknis jalan di lapangan.
“Iya benar, kemarin kami mendampingi Tim BPJN untuk melakukan Monev Hibah BMN di ruas Lama Muda - Suak Sane sepanjang 4,922 Kilometer. Ruas jalan ini kita usulkan untuk ditangani melalui anggaran IJD tahun 2025,” kata Luken, Rabu (30/9/2026).
Luken menjelaskan, ruas tersebut menjadi salah satu jalur yang digunakan masyarakat Kuala Batee untuk menghubungkan sejumlah Gampong. Jalan itu juga dimanfaatkan sebagai akses pengangkutan hasil perkebunan.
Ia menyebut kondisi badan jalan saat ini masih membutuhkan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh agar lebih layak digunakan kendaraan.
Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi BPJN menjadi bagian penting dalam proses pengusulan penanganan ruas tersebut melalui program IJD.
“Kita berharap usulan ini dapat disetujui pusat. Keberadaan jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas warga, mempermudah pengangkutan hasil perkebunan serta membuka akses antar-Gampong yang berujung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pengecekan awal, tim PUPR Abdya dan BPJN telah melakukan pengukuran serta pemeriksaan terhadap kondisi ruas jalan yang diusulkan.
Di sejumlah bagian permukaan jalan juga telah diberi tanda bertuliskan “Inpres Jalan Daerah TA 2025”. Penandaan itu menjadi penunjuk lokasi ruas yang masuk dalam usulan program penanganan tersebut.

.png)



