Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya (Abdya) mendorong percepatan pendataan organisasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Abdya, Blangpidie, Minggu (20/9/2026).
![]() |
| Peserta mengikuti Bimtek SatuMu PDM Abdya di Gedung Dakwah Muhammadiyah/foto/ist |
BLANGPIDIE - Kegiatan di Jalan At Taqwa Blangpidie itu diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting, verifikator serta agen SatuMu.
Bimtek tersebut mengusung tema “Dengan Satu, Perkuat Data, Konsolidasi Cabang dan Ranting Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan”. Fokus kegiatan diarahkan pada pengelolaan data organisasi secara terpadu dari tingkat pusat hingga ranting.
Ketua PDM Abdya, H. Nazli Hasan, S.Ag, M.Ag., yang membuka kegiatan, mengatakan penerapan SatuMu merupakan bagian dari tindak lanjut program Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“SatuMu adalah program PP Muhammadiyah sebagai upaya membangun Satu Data Muhammadiyah yang terintegrasi. Ini wajib kita sukseskan mulai dari tingkat PDM, PCM hingga PRM,” ujar Nazli.
SatuMu merupakan platform digital terintegrasi Muhammadiyah yang digunakan sebagai basis data resmi organisasi. Sistem tersebut mencakup kebutuhan administrasi, pelayanan serta pendukung pengambilan kebijakan di lingkungan persyarikatan.
Nazli menjelaskan, sejumlah layanan organisasi akan terhubung melalui platform tersebut, antara lain keanggotaan melalui e-KTAM, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), IuranMu hingga pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Melalui sistem itu, warga Muhammadiyah nantinya memiliki identitas digital berupa e-KTAM yang terhubung dengan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) secara nasional.
“Harapan kami, setelah bimtek ini seluruh PCM dan PRM se-Abdya bisa langsung bergerak melakukan pendataan. Kita ingin Abdya tidak tertinggal dalam digitalisasi organisasi,” kata Nazli.
Dalam kegiatan tersebut juga terlihat kehadiran perwakilan Danamon Syariah. Anas, yang ditemui di lokasi, tidak memberikan keterangan ketika hendak dimintai penjelasan mengenai kehadiran dan peran pihaknya dalam Bimtek SatuMu.
Sementara itu, informasi pada laman resmi Danamon menyebutkan Danamon Syariah menjadi mitra perbankan dalam ekosistem digital Muhammadiyah. Kerja sama tersebut terintegrasi melalui Muhammadiyah Software Labs (LabMu) dalam penyediaan sejumlah layanan finansial pada ekosistem SatuMu.
Layanan yang disebutkan mencakup pembukaan rekening melalui aplikasi D-Bank PRO, pembayaran iuran dan tagihan, pembayaran ZISWAF Lazismu, pendaftaran haji dan umrah, serta sejumlah layanan pembiayaan.
Melalui Bimtek tersebut, PDM Abdya menargetkan pendataan warga dan struktur organisasi di seluruh tingkatan dapat segera dilakukan secara lebih teratur. Data yang telah diverifikasi selanjutnya diharapkan terhubung dengan sistem Satu Data Muhammadiyah secara konsisten.
Bimtek tersebut mengusung tema “Dengan Satu, Perkuat Data, Konsolidasi Cabang dan Ranting Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan”. Fokus kegiatan diarahkan pada pengelolaan data organisasi secara terpadu dari tingkat pusat hingga ranting.
Ketua PDM Abdya, H. Nazli Hasan, S.Ag, M.Ag., yang membuka kegiatan, mengatakan penerapan SatuMu merupakan bagian dari tindak lanjut program Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“SatuMu adalah program PP Muhammadiyah sebagai upaya membangun Satu Data Muhammadiyah yang terintegrasi. Ini wajib kita sukseskan mulai dari tingkat PDM, PCM hingga PRM,” ujar Nazli.
SatuMu merupakan platform digital terintegrasi Muhammadiyah yang digunakan sebagai basis data resmi organisasi. Sistem tersebut mencakup kebutuhan administrasi, pelayanan serta pendukung pengambilan kebijakan di lingkungan persyarikatan.
Nazli menjelaskan, sejumlah layanan organisasi akan terhubung melalui platform tersebut, antara lain keanggotaan melalui e-KTAM, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), IuranMu hingga pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Melalui sistem itu, warga Muhammadiyah nantinya memiliki identitas digital berupa e-KTAM yang terhubung dengan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) secara nasional.
“Harapan kami, setelah bimtek ini seluruh PCM dan PRM se-Abdya bisa langsung bergerak melakukan pendataan. Kita ingin Abdya tidak tertinggal dalam digitalisasi organisasi,” kata Nazli.
Dalam kegiatan tersebut juga terlihat kehadiran perwakilan Danamon Syariah. Anas, yang ditemui di lokasi, tidak memberikan keterangan ketika hendak dimintai penjelasan mengenai kehadiran dan peran pihaknya dalam Bimtek SatuMu.
Sementara itu, informasi pada laman resmi Danamon menyebutkan Danamon Syariah menjadi mitra perbankan dalam ekosistem digital Muhammadiyah. Kerja sama tersebut terintegrasi melalui Muhammadiyah Software Labs (LabMu) dalam penyediaan sejumlah layanan finansial pada ekosistem SatuMu.
Layanan yang disebutkan mencakup pembukaan rekening melalui aplikasi D-Bank PRO, pembayaran iuran dan tagihan, pembayaran ZISWAF Lazismu, pendaftaran haji dan umrah, serta sejumlah layanan pembiayaan.
Melalui Bimtek tersebut, PDM Abdya menargetkan pendataan warga dan struktur organisasi di seluruh tingkatan dapat segera dilakukan secara lebih teratur. Data yang telah diverifikasi selanjutnya diharapkan terhubung dengan sistem Satu Data Muhammadiyah secara konsisten.

.png)



